Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas
    Samarinda

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 10, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun saat memberikan keterangan pers.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu, tepatnya setiap Jumat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebutkan, kebijakan ini tidak hanya sebatas formalitas, tetapi dirancang dengan sistem pemantauan berbasis teknologi.

    “Kita membuat dashboard monitoring WFH yang bisa memantau secara real-time,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi di Gedung Arutala Lt. 4 Bapperida, Jumat, 10 April 2026.

    Ia menjelaskan, terdapat empat tujuan utama penerapan WFH tersebut, yakni meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan nasional, menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mengurangi emisi, serta menekan penggunaan kendaraan dinas.

    Untuk memastikan efektivitas, pemkot menerapkan sistem absensi berbasis geotagging yang dilakukan tiga kali dalam sehari dari rumah masing-masing pegawai.

    “Kalau ada yang menggunakan fake GPS atau tidak benar melakukan absensi dari rumah, itu termasuk pelanggaran disiplin berat,” tegasnya.

    Selain itu, data yang dikumpulkan juga mencakup jarak tempuh rumah ke kantor serta jenis kendaraan yang digunakan, baik kendaraan dinas maupun pribadi. Data tersebut kemudian dikonversi untuk menghitung potensi penghematan BBM dan pengurangan emisi.

    “Kalau mobil rata-rata 1 liter untuk 10 kilometer, berarti pulang-pergi sekitar 2 liter per orang. Ini yang kita hitung secara sistematis,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, sebanyak 50 persen pegawai akan menjalani WFH setiap Jumat. Namun, sejumlah instansi dikecualikan, seperti UPTD Dinas Pendidikan (sekolah), UPTD Dinas Kesehatan (puskesmas dan rumah sakit), serta beberapa organisasi perangkat daerah lainnya.

    Menariknya, dashboard pemantauan ini juga akan dibuka untuk publik dan media. Masyarakat nantinya dapat melihat langsung data penghematan BBM, penurunan emisi, hingga konversi dalam nilai rupiah.

    “Kita ingin ini bukan hanya kepatuhan institusional, tapi juga menggugah kesadaran. Dan kesadaran itu harus bisa diukur dan diuji, termasuk oleh publik,” katanya.

    Meski demikian, Pemkot tetap menjaga privasi pegawai dengan tidak menampilkan lokasi rumah secara detail kepada publik, sesuai ketentuan Undang-Undang ITE.

    “Kecuali lokasi rumah, itu tidak kita tampilkan. Tapi data lain seperti pemakaian BBM dan jenis kendaraan bisa diakses,” tambahnya.

    Pemkot Samarinda mengklaim sistem monitoring WFH berbasis dashboard real-time ini menjadi yang pertama diterapkan di Indonesia.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.