Insitekaltim, Samarinda – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda yang berfokus pada sektor pendidikan, pembangunan, dan perhubungan.
Ketua HMI Samarinda Achmad Fawwaz mengatakan, pihaknya telah menyerahkan rekomendasi dalam bentuk policy brief sebagai bahan pertimbangan DPRD.
“Fokus kami ada pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, pembangunan, dan perhubungan. Kami juga menawarkan konsep Transport Oriented Development (TOD) sebagai bagian dari kesiapan Kota Samarinda dalam menyambut perannya sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Menurutnya, pengembangan transportasi umum menjadi aspek mendasar yang perlu dibenahi sejak awal, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kota ke depan.
Selain itu, HMI juga menyoroti sektor pendidikan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di sejumlah sekolah, masih ditemukan fasilitas yang dinilai belum layak. HMI pun mengusulkan agar perbaikan tersebut dapat dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) dewan, khususnya di Komisi IV.
Tak hanya itu perhatian juga diberikan terhadap proyek pembangunan terowongan yang dinilai sebagai proyek strategis daerah. HMI mencatat proyek tersebut telah menelan anggaran sekitar Rp395 miliar sesuai dengan kontrak awal dan diharapkan dapat rampung sesuai target pada 2026.
“Terowongan ini diharapkan mampu mengurai kemacetan, khususnya di kawasan Gunung Manggah, serta meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah, menyambut baik kunjungan dan usulan yang disampaikan HMI.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian rencana kegiatan organisasi termasuk pelantikan kepengurusan dan agenda sosial kemasyarakatan.
“Mereka ingin berperan dalam kegiatan kemasyarakatan, pendidikan, dan pengembangan anak muda. Ini hal yang positif,” jelasnya.
Pihaknya terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, selama kegiatan yang dilakukan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Selama kegiatan itu berdampak terhadap warga Samarinda, tentu kita akan support,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara DPRD dan HMI dapat terus terjalin ke depan sehingga mampu melahirkan program-program yang inovatif dan solutif serta berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan peran generasi muda di Kota Samarinda.

