Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Masa Depan Samarinda Dibangun dari Ruang Kelas

    September 10, 2026

    Pemkot Klaim Polemik Sewa Kendaraan Jabatan Tuntas, Rp4,4 Miliar Dikembalikan

    September 10, 2026

    RS Mulya Medika Dorong Warga Cegah Penyakit, Tak Hanya Datang Saat Sakit

    September 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD
    Politik

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    RidhoBy RidhoMaret 30, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi saat ditemui awak media seusai rapat (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti masih adanya perbedaan pemahaman antara pemerintah provinsi dan DPRD terkait kamus usulan atau pokok pikiran (pokir) dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi KalTIM Akhmed Reza Fachlevi menyampaikan, keselarasan antara kamus usulan dan dokumen perencanaan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi hal penting agar program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

    “Hari ini bahwasanya masih adanya kurang pemahaman, kurang sepemahaman antara Pemerintah Provinsi dan DPRD terkait dengan kamus usulan atau kamus pokok-pokok pikiran. Jadi kita berharap untuk ke depannya ini bisa disesuaikan dengan RPJMD,” Ujar Reza Senin, 30 Maret 2026.

    Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah menuntaskan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. “Dan poinnya satu, kita harus menuntaskan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat,” lanjutnya.

    Menanggapi isu pemangkasan anggaran pokir yang berpotensi berdampak pada realisasi program di lapangan, ia mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, baik bagi DPRD maupun masyarakat.

    “Ya yang jelas kita saat ini konsentrasi dengan apa yang sudah diusulkan oleh masyarakat dari tahun lalu yang memang mekanismenya melalui SIPD,” jelasnya.

    Menurutnya, seluruh usulan yang telah masuk melalui mekanisme resmi, seperti Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), hasil reses, dan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), tetap menjadi dasar perjuangan DPRD meski terjadi penyesuaian anggaran.

    “Apapun yang sudah kita sampaikan, bahwasanya juga harus diterima oleh masyarakat dengan memahami keadaan. Tentunya ini menjadi semacam cambuk juga bagi kita dengan adanya pemangkasan APBD ini,” ungkapnya.

    Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi fiskal daerah saat ini, sembari pemerintah dan DPRD bersama-sama mencari solusi agar program prioritas tetap dapat direalisasikan.

    “Kita berharap masyarakat bisa menerima dengan keadaan yang ada dan kita semua bisa mencarikan solusi bagaimana untuk menuntaskan janji-janji kita kepada masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, DPRD memiliki kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai jalur resmi.

    “Apalagi ini kan sah secara penganggarannya melalui hasil reses, kemudian juga melalui hasil musrenbang dan kita pada saat kunjungan daerah ke dapil-dapil. Ini menjadi salah satu corong bagi menyerap aspirasi daripada masyarakat,” jelasnya.

    Menjelang menutup, Reza menyampaikan, hingga saat ini masyarakat masih menjadikan anggota DPRD sebagai pihak utama dalam menyampaikan aspirasinya.

    “Karena kalau kita melihat kondisinya saat ini, masyarakat tahunya ke anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasinya. Dan tentunya apa yang disampaikan oleh masyarakat melalui mekanisme yang ada, tentunya kita wajib untuk memperjuangkan, dalam kondisi apa pun ,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    DPRD Kaltim Beri Waktu Sepekan untuk Cabut Mutasi Guru

    September 9, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026

    TPP ASN Kaltim Tetap Utuh, DPRD Minta Kinerja dan Pengawasan Diperketat

    September 8, 2026

    Fraksi PKS Desak DPRD Kaltim Bongkar Akar Masalah Antrean BBM

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Masa Depan Samarinda Dibangun dari Ruang Kelas

    Ratu ArifanzaSeptember 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh berhenti…

    Pemkot Klaim Polemik Sewa Kendaraan Jabatan Tuntas, Rp4,4 Miliar Dikembalikan

    September 10, 2026

    RS Mulya Medika Dorong Warga Cegah Penyakit, Tak Hanya Datang Saat Sakit

    September 10, 2026

    Hotspot Meningkat, Pesawat Water Bombing dari Papua Dikerahkan ke Samarinda

    September 10, 2026

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,331 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.