Insitekaltim, Kutai Timur – Sebanyak 337 warga di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terdampak kebakaran hebat yang melanda permukiman mereka. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pun langsung turun tangan dengan menyalurkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan para korban.
Melalui Dinas Sosial, bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi di lapangan. Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak, menyebut langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pascabencana.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, tempat berlindung, dan perlengkapan harian menjadi prioritas utama agar para korban dapat bertahan di masa darurat.
“Dalam situasi seperti ini, negara harus hadir. Kami berupaya agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meskipun mereka sedang dalam kondisi sulit,” ujarnya pada Minggu, 29 Maret 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian jangka panjang, mengingat kebakaran serupa telah terjadi lebih dari sekali di wilayah tersebut. Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Di sisi lain, tim Dinas Sosial telah melakukan pendataan cepat dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, relawan, hingga aparat setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari ratusan paket bahan makanan pokok, air bersih, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan khusus bagi anak-anak dan kelompok rentan. Selain itu, disediakan pula makanan siap saji dan perlengkapan keluarga untuk menunjang kebutuhan harian para penyintas.
Data sementara mencatat, kebakaran yang terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 siang tersebut menghanguskan sedikitnya 85 bangunan yang dihuni 117 kepala keluarga. Ratusan warga pun terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal.
Dari total korban terdampak, terdapat puluhan lansia, ibu menyusui, serta anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam penanganannya.
Penanganan bencana ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, aparat kepolisian, serta BAZNAS setempat. Kolaborasi lintas instansi diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga pascakebakaran.
