Insitekaltim, Samarinda – Peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur kian mendapat sorotan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum), lembaga ini dinilai menjadi mitra penting pemerintah dalam menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) memberikan apresiasi atas kinerja Baznas Kaltim yang dinilai konsisten membantu masyarakat melalui berbagai program berbasis zakat.
Menurutnya, Baznas telah berkontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah daerah, khususnya di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, hingga kesehatan di Benua Etam.
“Tahun 2025, Baznas Kaltim bekerja sangat baik dalam mengumpulkan, mendistribusikan, dan mendayagunakan dana zakat sesuai syariat Islam,” ujar Gubernur Harum, Selasa, 17 Maret 2026.
Sepanjang 2025, Baznas Kaltim menyalurkan dana lebih dari Rp23,15 miliar kepada 16.179 penerima manfaat (mustahik). Penyaluran tersebut dilakukan melalui lima pilar program utama serta hak amil.
Kelima pilar program tersebut meliputi Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa.
Program Kaltim Cerdas berfokus pada peningkatan akses pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Sementara Kaltim Sehat ditujukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.
Di sektor ekonomi, program Kaltim Makmur mendorong pemberdayaan masyarakat agar mampu bertransformasi dari penerima zakat menjadi pemberi zakat di masa depan.
Adapun Kaltim Peduli menyasar bantuan darurat bagi masyarakat terdampak bencana maupun kemiskinan ekstrem. Sedangkan Kaltim Taqwa bertujuan memperkuat kehidupan beragama dan syiar Islam di daerah.
Dari total penyaluran tahun 2025, program Kaltim Peduli mencatat jumlah penerima manfaat terbanyak yakni 9.501 orang dengan alokasi Rp10,44 miliar. Disusul Kaltim Sehat sebanyak 2.574 orang (Rp1,73 miliar), Kaltim Taqwa 2.558 orang (Rp1,75 miliar), Kaltim Makmur 516 orang (Rp6,79 miliar), serta Kaltim Cerdas 194 orang (Rp224,69 juta).
Tak hanya dari sisi program, Gubernur juga mengapresiasi tata kelola administrasi Baznas Kaltim yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik atas laporan keuangan tahun 2025.
Sejumlah penghargaan tingkat nasional juga berhasil diraih, di antaranya Baznas Award untuk kategori Baznas Provinsi Kantor Digital Terbaik serta Koordinator Kantor Digital Terbaik Wilayah Tengah.
Melihat capaian tersebut, Gubernur Harum mendorong peningkatan partisipasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah, khususnya dari kalangan aparatur sipil negara dan karyawan perusahaan di Kalimantan Timur melalui Baznas.
Ia optimistis potensi zakat di Kaltim sangat besar dan dapat menjadi instrumen efektif dalam mengurangi kemiskinan jika dikelola secara optimal.
Pada 2025, dari target pengumpulan Rp22 miliar, Baznas Kaltim berhasil menghimpun Rp20 miliar. Sementara pada 2026, target pengumpulan ditingkatkan menjadi Rp23 miliar.
