Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Baru Dibuka, Fasilitas Teras Samarinda Tahap II Sudah Ada yang Hilang

    Agustus 31, 2026

    Kementerian HAM Ingatkan Risiko AI hingga Pembangunan terhadap Masyarakat Menuju 2036

    Agustus 31, 2026

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Penjualan Lumpia di Pasar Ramadan Samarinda Turun Drastis, Pelaku UMKM Keluhkan Daya Beli Melemah
    Samarinda

    Penjualan Lumpia di Pasar Ramadan Samarinda Turun Drastis, Pelaku UMKM Keluhkan Daya Beli Melemah

    RidhoBy RidhoMaret 18, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pengunjung sudah mendatangi lapak untuk berbelanja bukaan puasa (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penurunan daya beli masyarakat pada Ramadan tahun ini berdampak signifikan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Samarinda.

    Salah satunya dirasakan oleh Muhammad Idris, pemilik usaha Lumpia Radja yang telah berjualan selama 14 tahun di kawasan Siradj Salman.

    Idris mengungkapkan, penjualan lumpia miliknya mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini, menurutnya, menjadi yang terburuk sejak ia mulai berjualan di pasar Ramadan.

    “Untuk tahun ini benar-benar tahun yang kurang baik menurut saya selaku pelaku UMKM. Karena pertama, daya beli masyarakat menurun, sangat menurun,” ujar Idris, Rabu, 18 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya, dirinya mampu memproduksi hingga 3.000 lumpia per hari atau setara dengan 25 kilogram bahan. Namun kini, jumlah tersebut turun hampir separuh.

    “Saya biasa dalam satu hari bisa menghabiskan 25 kilo untuk 3.000 biji lumpia, tapi saat ini hampir separuh, cuma bisa 700 sampai 800 biji saja per hari,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, Idris juga mengaku ia bekerja sama dengan pembagian takjil dengan Dewan Masjid Indonesia yang rutin dilakukan pada Ramadan sebelumnya, namun hampir tidak berjalan tahun ini. Hal itu disebabkan menurunnya jumlah pesanan dari berbagai pihak.

    “Saya biasanya bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia untuk membagikan takjil ke masjid-masjid di Samarinda, tapi tahun ini hampir tidak ada sama sekali karena berkurangnya pemesanan,” katanya.

    Menurut Idris, kondisi ini tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga dirasakan oleh mayoritas pedagang UMKM yang berjualan di pasar Ramadan di sepanjang jalan Siradj Salman ini.

    Meski demikian, ia tetap mengapresiasi larangan dan imbauan dari Pemerintah Kota Samarinda yang telah memberikan ruang bagi para pedagang untuk berjualan dengan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.

    “Alhamdulillah kita sudah dimudahkan sama pemerintah kota. Harapan ke depannya tetap diberikan ruang untuk berjualan tanpa ada pungutan liar,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia juga menyebut, praktik pungutan liar sempat terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, namun kini sudah tidak ditemukan lagi berkat pengawasan ketat dari pemerintah.

    Selain berjualan, Idris mengaku usaha lumpia yang dijalaninya berawal dari hobi mengisi waktu luang saat Ramadan. Ia tidak membuka usaha tersebut setiap hari, melainkan hanya pada momen tertentu.

    “Ini sebenarnya bukan pekerjaan utama saya, ini hobi. Tapi alhamdulillah diminati banyak orang. Saya jualannya hanya di bulan Ramadan saja,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Baru Dibuka, Fasilitas Teras Samarinda Tahap II Sudah Ada yang Hilang

    Andika SaputraAgustus 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sejumlah fasilitas di Teras Samarinda Tahap II dilaporkan sudah hilang tak lama…

    Kementerian HAM Ingatkan Risiko AI hingga Pembangunan terhadap Masyarakat Menuju 2036

    Agustus 31, 2026

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Istri Wagub Kaltim Bagikan 500 Masker dan Siapkan Bantuan Relawan

    Agustus 31, 2026

    Empat Kompetisi Menanti, Borneo FC Samarinda Pastikan Siap Tempur

    Agustus 31, 2026
    1 2 3 … 3,310 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.