Insitekaltim, Samarinda – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional baik di Samarinda maupun di Loa janan Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kondisi ini dirasakan pedagang, yang menyebut kenaikan dipicu oleh meningkatnya harga dari pemasok.

Seorang pedagang daging di Pasar Wisma Loa Janan, Wini mengatakan harga daging saat ini berada di kisaran Rp180 ribu per kilogram untuk daging lokal.
Sementara itu, daging beku dijual sekitar Rp140 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram, tergantung kondisi dan waktu penjualan.
“Kalau yang lokalnya Rp180 ribu. Kalau frozen sekitar Rp140 sampai Rp145 ribu, tergantung juga,” ujarnya saat diwawancara, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menjelaskan harga tersebut tidak selalu stabil dan bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung pada harga pengambilan dari pemasok. Bahkan dalam satu hari, harga bisa mengalami penyesuaian mengikuti kondisi pasar.
“Kadang pagi beda, nanti siang bisa kita turunkan sedikit. Tapi memang bisa naik juga tergantung ambilan,” jelasnya.
Menurut Wini, sebelum bulan puasa harga daging masih berada di kisaran Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram. Namun saat ini harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Sebelum puasa itu sekitar Rp125 sampai Rp130 ribu. Sekarang bisa sampai Rp145 ribu bahkan lebih,” katanya.
Ia mengaku selama delapan tahun berjualan, tahun ini menjadi salah satu periode dengan kenaikan harga yang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini yang paling terasa tinggi. Biasanya mentok di Rp135 ribu sampai Rp140 ribu,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap berusaha menyesuaikan harga dengan kondisi pembeli terutama jika yang datang merupakan pelanggan tetap.
“Kita lihat situasi juga. Kalau kenal bisa dikurangin sedikit, yang penting masih ada untung,” tambahnya.
Sementara itu, pedagang daging di Pasar Pagi Samarinda Anton, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan harga daging segar saat ini berada di kisaran Rp165 ribu hingga Rp175 ribu per kilogram, tergantung kualitas.
“Ada yang Rp175 ribu untuk kualitas super, yang lain sekitar Rp165 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum puasa harga daging masih berada di angka Rp155 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Kenaikan yang terjadi saat ini disebabkan oleh meningkatnya harga dari agen atau pemasok.
“Sebelumnya sekitar Rp155 ribu sampai Rp160 ribu. Sekarang naik karena ambilan dari agen juga mahal,” jelasnya.
Anton menambahkan, daging yang dijualnya merupakan daging segar yang diambil langsung dari tempat pemotongan di wilayah Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara.
Hal tersebut juga memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
Ia menyebut kenaikan harga modal membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap mendapatkan keuntungan, meskipun tidak terlalu besar.
“Kita ambil dari agen sudah tinggi, jadi mau tidak mau harga jual ikut naik,” katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, ia menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar menjelang Lebaran. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah harga akan kembali naik atau stabil dalam waktu dekat.
Baik Wini maupun Anton berharap harga daging dapat kembali normal setelah Lebaran agar tidak memberatkan pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
