Insitekaltim, Samarinda – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur, Mohammad Sukri, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan menyusul kekhawatiran terkait ketersediaan energi nasional.
Hal ini merespons pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengenai cadangan BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari. Pernyataan tersebut sempat viral dan memicu kekhawatiran di sejumlah daerah.
Sukri mengatakan, kepanikan masyarakat justru dapat memicu persoalan baru, seperti antrean panjang di SPBU dan pembelian berlebihan yang tidak diperlukan.
“Di beberapa daerah bahkan sudah muncul fenomena panic buying. Ini tentu harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan,” ujarnya saat ditemui di kantornya yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Perumahan Mediterania, Samarinda, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, memang menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan pasokan minyak dunia.
Namun demikian, menurutnya pemerintah pusat telah mengambil langkah antisipatif terhadap kemungkinan dampak ekonomi dari konflik tersebut.
Ia menyebut Presiden RI, Prabowo Subianto, bahkan telah mengumpulkan berbagai tokoh nasional, termasuk mantan presiden, wakil presiden, serta tokoh agama dan masyarakat untuk membahas langkah menghadapi potensi gejolak ekonomi dan politik global.
Sukri juga menegaskan bahwa pasokan minyak Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada wilayah Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia juga mendapatkan pasokan dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan dari Timur Tengah. Kita juga memiliki jalur pasokan dari kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.
Khusus untuk wilayah Kalimantan Timur, ia menilai kondisi pasokan BBM relatif aman karena daerah ini merupakan salah satu wilayah pemasok energi penting di Indonesia.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur, untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Untuk masyarakat Kaltim tidak perlu khawatir. Sebagai salah satu daerah pemasok BBM terbesar, cadangan kita masih sangat mencukupi,” pungkasnya.
