Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Bapenda Samarinda Gelar Rekonsiliasi Pendapatan, Temukan Rp1,5 Miliar Belum Terinput di Sistem
    Pemkot Samarinda

    Bapenda Samarinda Gelar Rekonsiliasi Pendapatan, Temukan Rp1,5 Miliar Belum Terinput di Sistem

    RidhoBy RidhoMaret 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bapenda Samarinda, Cahya Ernawan saat ditemui awak media seusai rapat (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda menggelar rekonsiliasi data penerimaan retribusi daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyamakan data penerimaan yang tercatat di berbagai sistem pelaporan pemerintah.

    Kepala Bapenda Samarinda Cahya Ernawan menjelaskan, kegiatan tersebut bukan bertujuan mengevaluasi capaian target pendapatan daerah, melainkan memastikan kesesuaian data antara OPD, Bapenda, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

    “Rekonsiliasi ini sebenarnya dalam rangka menyamakan angka, bukan evaluasi pencapaian target. Kami ingin memastikan bahwa penerimaan yang ada di OPD, di Bapenda, dan yang tercatat di kas daerah itu sama,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

    Ia mencontohkan, apabila penerimaan retribusi parkir di Dinas Perhubungan tercatat sebesar Rp1.000, maka angka yang sama harus tercatat di rekening kas daerah, data Bapenda, serta laporan realisasi anggaran di BPKAD.

    “Misalnya parkir itu ada penerimaan di Perhubungan Rp1.000, lalu sudah masuk di rekening kas daerah Rp1.000, kemudian tercatat di Bapenda Rp1.000, dan di BPKAD juga Rp1.000 dalam laporan realisasi anggaran. Itu yang ingin kami samakan,” jelasnya.

    Menurut Cahya, kegiatan rekonsiliasi ini baru pertama kali dilaksanakan pada tahun ini dan ke depan akan dijadikan agenda rutin setiap bulan. Pihaknya menargetkan rekonsiliasi dilakukan setiap tanggal 5.

    “Kegiatan ini baru pertama kali kita lakukan tahun ini. Ke depan kami sepakat setiap tanggal 5 akan dilakukan rekonsiliasi,” katanya.

    Melalui kegiatan tersebut, Bapenda menemukan masih terdapat perbedaan data antara catatan OPD dengan data yang tercantum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

    Ia menjelaskan, pemerintah pusat memantau realisasi pendapatan daerah melalui data yang tercatat di sistem tersebut, bukan dari laporan manual atau data internal masing-masing OPD.

    “Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memantau realisasi pendapatan berdasarkan data di SIPD, bukan dari sistem di Bapenda atau data Excel yang ada di OPD,” terangnya.

    Dalam rekonsiliasi tersebut juga ditemukan adanya penerimaan sekitar Rp1,5 miliar yang belum terinput ke dalam sistem SIPD, meskipun dana tersebut sebenarnya sudah masuk ke kas daerah.

    “Ada sekitar Rp1,5 miliar yang belum diinput. Jadi sebenarnya uangnya sudah masuk ke kas daerah, tetapi secara sistem belum terinput. Itu yang membuat realisasi kita terlihat masih kurang,” ungkapnya.

    Cahya menambahkan, keterlambatan penginputan tersebut terjadi karena adanya pergantian bendahara di salah satu organisasi perangkat daerah.

    “Alasannya karena ada pergantian bendahara di salah satu SKPD, sehingga belum sempat melakukan input data. Itu yang kita evaluasi dalam rekonsiliasi tadi,” pungkasnya.

     

    Bapenda Kota Samarinda BPKAD Samarinda Cahya Ernawan Rekonsiliasi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Hingga Mei 2026, Realisasi Pajak Reklame Samarinda Baru Capai 12 Persen

    Juni 7, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    Bapenda Samarinda Ingatkan ASN Jadi Garda Terdepan Edukasi BPHTB dan Layanan Pajak

    Mei 22, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    R’syaJuni 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan orang tua harus berperan aktif…

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026

    Skateboard Makin Diminati, KIS Kaltim Buka Ruang bagi Pemula

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,141 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.