Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membatalkan mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar.
Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas aspirasi dan kritik masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengedepankan kepentingan publik di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang berkembang.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan, pembatalan kendaraan dinas itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mendengar dan menindaklanjuti suara masyarakat.
“Kami menerima dan mempertimbangkan secara sungguh-sungguh aspirasi masyarakat Kaltim. Atas dasar itu, pemerintah provinsi memutuskan membatalkan pengadaan mobil dinas gubernur,” ujar Rudy melalui akun media sosial resminya, Senin 2 Februari 2026.
Ia menegaskan, keputusan tersebut tidak akan mengganggu roda pemerintahan maupun kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, efektivitas pemerintahan tidak ditentukan oleh fasilitas yang digunakan, melainkan oleh komitmen dan tanggung jawab aparatur dalam melayani masyarakat.
“Insyaallah, pembatalan ini tidak berdampak pada kinerja pemerintahan. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, dan fokus kami tetap pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Rudy juga menilai, bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi bagi jajaran pemerintah untuk mengedepankan nilai kesederhanaan, empati, dan kepedulian sosial.
Ia menekankan pentingnya memastikan setiap kebijakan sejalan dengan kondisi riil yang dirasakan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Timur apabila dalam proses perencanaan kebijakan sebelumnya terdapat hal-hal yang menimbulkan ketidaknyamanan.
“Kami mohon maaf dan berterima kasih atas kritik serta masukan yang membangun. Semua itu menjadi bahan evaluasi sekaligus energi bagi kami untuk terus berbenah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rudy menekankan bahwa pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang terbuka terhadap aspirasi rakyat serta berani mengambil keputusan bijak, meskipun tidak selalu mudah.
Ia berharap partisipasi aktif masyarakat terus terjaga guna mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif.
Menutup pernyataannya, Rudy Mas’ud meminta doa dan dukungan masyarakat agar Pemprov Kaltim dapat terus bekerja maksimal mewujudkan daerah yang maju dan berdaya saing.
“Dengan kebersamaan dan kepercayaan publik, kita optimistis dapat membangun Kaltim yang lebih baik,” pungkasnya.
