Insitekaltim, Samarinda – Masjid Cheng Ho Air Hitam yang berlokasi di kawasan Air Hitam, Jalan Abdul Wahab Syahrani, Kota Samarinda menjadi salah satu masjid persinggahan yang aktif melayani masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Masjid dengan ciri khas arsitektur bernuansa Tionghoa ini rutin menyediakan takjil berbuka puasa bagi para musafir yang melintas, baik yang menuju Balikpapan, Bontang, maupun daerah lainnya di Kaltim.
Koordinator Masjid Cheng Ho Air Hitam Amri menjelaskan, masjid tersebut didirikan oleh Haji Yosutomo, seorang tokoh Muslim keturunan Tionghoa. Keberadaan masjid ini sekaligus menjadi simbol akulturasi budaya dan keberagaman di Kaltim.
“Masjid Cheng Ho ini milik Pak Haji Yosutomo. Beliau keturunan Tionghoa, mungkin terinspirasi dari leluhurnya. Di Kaltum sendiri ada empat Masjid Cheng Ho, dan salah satunya berada di Air Hitam ini,” ujar Amri saat ditemui, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menuturkan, masjid yang berdiri sejak awal tahun 2000 tersebut memiliki ciri khas dominasi warna merah yang identik dengan budaya Tionghoa, meski secara struktur bangunan tetap mengacu pada bentuk masjid pada umumnya.
Selama Ramadan, pengurus Masjid Cheng Ho Air Hitam memfokuskan pelayanan pada penyediaan takjil bagi para pengguna jalan. Setiap hari, sekitar 50 porsi takjil disiapkan, terdiri dari makanan ringan dan makanan berat.
“Setiap hari kami menyiapkan kurang lebih lima puluh porsi, berupa snack box dan nasi kotak. Sasaran utamanya adalah orang-orang yang sedang dalam perjalanan,” jelasnya.
Selain kegiatan berbagi takjil, seluruh rangkaian ibadah Ramadan, termasuk salat tarawih, tetap berjalan dengan lancar dan diikuti jamaah dengan antusias.
“Alhamdulillah, pelaksanaan tarawih berjalan seperti biasa dan jamaahnya cukup ramai,” tambah Amri.
Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan masjid dilakukan secara terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas, mulai dari bidang ibadah, kebersihan, hingga keamanan, guna memastikan kenyamanan jamaah.
“Semua sudah terbagi dengan rapi, ada bagian ibadah, kebersihan, dan sekuriti,” pungkasnya.
