Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Tak Ingin Usulan Warga Menguap, Iswandi Minta Camat dan Lurah Samarinda Ulu Cerdas Cari Anggaran Non-APBD
    DPRD Samarinda

    Tak Ingin Usulan Warga Menguap, Iswandi Minta Camat dan Lurah Samarinda Ulu Cerdas Cari Anggaran Non-APBD

    AbdiBy AbdiFebruari 3, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Iswandi, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda saat diwawancarai di Kantor DPRD Samarinda usai hadiri Musrenbang Kecamatan Samarinda Ulu (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan seharusnya menjadi panggung bagi aspirasi rakyat, bukan sekadar panggung seremonial birokrasi.

    Hal itulah yang ditegaskan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa, 3 Februari 2026.

    Dalam kesempatan tersebut, Iswandi yang juga merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda Ulu, memberikan teguran terbuka kepada pihak penyelenggara dan instansi terkait. Ia menilai, efisiensi waktu dan fokus pada substansi jauh lebih penting daripada prosedur protokoler yang kaku.

    “Tadi sudah saya jelaskan, pas saya kasih sambutan, sudah enggak usah basa-basi. Kita langsung ke intinya saja, karena terlihat banyak protokol ini, kan saya ‘sekak’ tadi. Bapperida, camat, enggak usah basa-basi. Ini itu penting (untuk dibahas), tapi prosedurnya jangan menghambat substansi,” ujar Iswandi.

    Kritik tajam yang dilontarkan Iswandi bukan tanpa alasan. Ia mengaku khawatir melihat tumpukan usulan pembangunan yang masuk dari setiap kelurahan, sementara kemampuan finansial Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memiliki batasan yang nyata.

    Ia memprediksi, jika hanya mengandalkan anggaran daerah, banyak aspirasi masyarakat yang berisiko menguap atau hanya menjadi catatan di atas kertas.

    “Kalau saya lihat tadi banyak usulan-usulan itu yang kemungkinan tidak bisa tertampung melihat kondisi keuangan pemerintah kota. Makanya saya katakan, kita harus cerdas-cerdas berimprovisasi,” tegasnya.

    Iswandi mendorong para pemimpin wilayah, khususnya camat dan lurah, untuk mulai berpikir di luar kotak (out of the box). Menurutnya, keberhasilan pembangunan di wilayah Samarinda Ulu ke depan akan sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah setempat mampu mencari alternatif pendanaan selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni.

    Sebagai solusi, Ketua Komisi II menawarkan tiga jalur pendanaan yang bisa dimanfaatkan secara cerdas. Pertama, melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Kedua, melalui optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

    “Ada beberapa usulan yang tidak harus dengan APBD. Bisa dengan CSR, bisa dengan Bankeu provinsi. Nah, makanya tadi saya sarankan pak camat, nanti panggil lurah-lurah, panggil seluruh anggota dewan yang tujuh orang dari Samarinda Ulu, kita duduk bersama,” imbuhnya.

    Ia menekankan pentingnya duduk satu meja antara eksekutif dan legislatif tingkat dapil untuk menyisir program mana yang menjadi prioritas utama.

    Kolaborasi ini dianggap vital agar pembangunan tidak hanya mengandalkan saku pemerintah kota, tetapi juga melibatkan peran serta sektor swasta dan pengusaha lokal.

    Menutup pernyataannya, Iswandi mengingatkan bahwa tuntutan zaman mewajibkan pemerintah untuk bekerja secara dinamis dan mandiri. Ia berharap Musrenbang kali ini menjadi titik balik bagi Kecamatan Samarinda Ulu untuk meninggalkan pola pikir lama yang pasif dalam penganggaran.

    “Kita ajak bahas secara detail, mana program prioritas, mana yang bisa menggunakan APBD, mana yang minta bantuan provinsi, dan mana yang kita libatkan pengusaha. Kita enggak bisa pakai gaya lama lagi. Dengan kata lain, harus bisa mandiri dulu,” pungkas Iswandi.

    Langkah ini diharapkan mampu memastikan bahwa setiap kebutuhan mendesak warga di Samarinda Ulu mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, drainase, hingga pemberdayaan ekonomi tetap bisa terealisasi meskipun di tengah tantangan fiskal daerah yang ketat.

     

    DPRD Samarinda Iswandi Musrenbang Samarinda Ulu.
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    September 24, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    AminahSeptember 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan Pertalite di Kalimantan Timur (Kaltim) jauh lebih besar dibandingkan kuota yang…

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026
    1 2 3 … 3,370 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.