Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026

    Pencegahan Narkoba Tak Cukup Andalkan Aparat, Keterlibatan Warga Jadi Kunci

    April 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Aliansi GERAM Nilai DPRD Kaltim Ingkar Janji, Aksi Mahasiswa Kembali Digelar dengan Massa Lebih Besar
    Samarinda

    Aliansi GERAM Nilai DPRD Kaltim Ingkar Janji, Aksi Mahasiswa Kembali Digelar dengan Massa Lebih Besar

    AbdiBy AbdiJanuari 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Humas Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Muhammad Hanif
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kekecewaan mahasiswa terhadap DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali memuncak. Merasa janji audiensi yang disampaikan wakil rakyat tak kunjung ditepati, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) kembali turun ke jalan dengan pertambahan massa yang lebih besar untuk menuntut kejelasan sikap DPRD.

    Teks: Aliansi GERAM kembali melaksanakan aksi di halaman depan Gedung DPRD Kaltim

    Humas Aliansi GERAM Muhammad Hanif mengungkapkan, dalam aksi pertama DPRD Kaltim sempat menjanjikan akan memfasilitasi pertemuan dengan mahasiswa dalam kurun waktu 24 jam.

    Namun hingga tenggat waktu tersebut berlalu, tidak ada langkah konkret dari pihak legislatif untuk menemui massa aksi.

    “Kami diberi janji akan difasilitasi pertemuan dalam 24 jam setelah aksi pertama. Namun sampai hari ini, janji itu tidak ditepati,” ujar Hanif.

    Ia menilai sikap DPRD Kaltim sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik, terutama mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Bahkan menurutnya, DPRD tidak menunjukkan itikad baik untuk sekadar menemui massa di depan gerbang gedung.

    “Minimal kami bisa diterima sampai depan gerbang. Itu bentuk penghargaan terhadap kawan-kawan mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi rakyat,” tegasnya.

    Pihak DPRD Kaltim sebelumnya berdalih tidak dapat menerima audiensi karena adanya agenda silaturahmi bersama Kapolda serta kesibukan mempersiapkan masa reses. Alasan tersebut dinilai mahasiswa tidak dapat dibenarkan dan justru mencerminkan ketidakseriusan lembaga legislatif dalam menampung aspirasi publik.

    Dalam aksi lanjutan ini, Aliansi GERAM membawa sejumlah tuntutan yang memadukan isu nasional dan persoalan daerah, khususnya Kalimantan Timur dan Kota Samarinda. Salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap wacana pemindahan pembahasan RUU Pilkada ke DPRD.

    Selain itu, massa aksi juga mendesak pengesahan regulasi perampasan aset hasil kejahatan serta aturan yang memberikan perlindungan bagi masyarakat adat. Mereka turut menuntut keterbukaan informasi publik dalam setiap perubahan regulasi dan penghentian kriminalisasi terhadap rakyat kecil.

    Isu lokal juga menjadi sorotan, di antaranya tuntutan evaluasi total program Gratispol serta desakan untuk memperketat pengawasan jalur transportasi batu bara di Sungai Mahakam yang selama ini dinilai sarat pelanggaran.

    Melihat respons DPRD Kaltim yang dianggap tertutup, Aliansi GERAM menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti pada aksi kali ini. Hanif menyebut, kekecewaan yang meluas di kalangan mahasiswa berpotensi memicu aksi lanjutan dengan gelombang massa yang lebih besar.

    “Melihat respons kawan-kawan yang semakin kecewa, sangat besar kemungkinan akan ada aksi berikutnya, baik dalam bentuk audiensi maupun aksi massa,” pungkasnya.

     

    Aksi demonstrasi Aksi mahasiswa Aliansi Mahasiswa GERAM GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026

    Pencegahan Narkoba Tak Cukup Andalkan Aparat, Keterlibatan Warga Jadi Kunci

    April 18, 2026

    Program Rehabilitasi Warga Binaan Jadi Prioritas Kalapas Baru Samarinda

    April 18, 2026

    Ganti Kalapas, Program Rehabilitasi di Lapas Narkotika Samarinda Jadi Sorotan

    April 18, 2026

    Estafet Kepemimpinan di Lapas Narkotika Samarinda, Kinerja dan Program Jadi Prioritas

    April 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    Ratu ArifanzaApril 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan sistem digital untuk mendukung kebijakan Work…

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026

    Pencegahan Narkoba Tak Cukup Andalkan Aparat, Keterlibatan Warga Jadi Kunci

    April 18, 2026

    Program Rehabilitasi Warga Binaan Jadi Prioritas Kalapas Baru Samarinda

    April 18, 2026

    Ganti Kalapas, Program Rehabilitasi di Lapas Narkotika Samarinda Jadi Sorotan

    April 18, 2026
    1 2 3 … 3,061 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.