Insitekaltim, Samarinda — Putera Kampus Indonesia perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) tingkat nasional Muhammad Fatih Abdillah menegaskan predikat Duta Kampus bukan sekadar gelar seremonial, melainkan amanah besar untuk menjadi agen perubahan, khususnya di bidang pendidikan dan sosial.
Fatih menyampaikan, peran sebagai Duta Kampus menempatkannya sebagai representasi mahasiswa sekaligus wajah Kaltim di tingkat nasional.
Oleh karena itu, posisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memberi teladan, mendorong aksi positif, serta berkontribusi nyata dalam penguatan peran mahasiswa di tengah masyarakat.
“Bagi saya, Putera Kampus Indonesia bukan hanya gelar, tetapi wadah untuk bergerak dan tangga untuk menciptakan perubahan besar,” ujar Fatih, Kamis, 8 Januari 2026.
Dalam membawa nama Kaltim, ia menilai Duta Kampus memiliki peran strategis sebagai penyampai aspirasi dan penyalur prestasi pemuda daerah.
Menurutnya, pendidikan harus terus dikampanyekan sebagai fondasi utama dalam memajukan daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Terkait isu yang ingin diperjuangkan, Fatih menyoroti pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di Kaltim. Ia menilai, dukungan pendidikan tidak cukup hanya berupa beasiswa, tetapi juga harus diiringi dengan standarisasi mutu pendidikan di seluruh wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan.
“Perbedaan kualitas pendidikan antara desa dan kota harus diminimalisir agar tidak menciptakan ketimpangan sumber daya manusia di masa depan,” jelasnya.
Sebagai wujud kontribusi nyata, Fatih menginisiasi IKADA (Ikatan Duta Kampus Samarinda dan Kalimantan), sebuah forum kolaboratif yang mewadahi duta kampus dan pemuda perguruan tinggi untuk saling bersinergi dan menginspirasi.
Melalui IKADA, sejumlah program telah dijalankan, di antaranya Berkah Dukasi, kegiatan sosial di bulan Ramadan yang dilaksanakan di Rumah Singgah Kanker dengan agenda hiburan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi bagi pasien kanker.
Selain itu, IKADA juga menggelar Campus Ambassador Showcase (CAS), sebuah kegiatan kolaboratif yang mempertemukan duta kampus dari berbagai perguruan tinggi dalam satu ruang inspiratif. Kegiatan ini diisi dengan talkshow, fashion show, serta aksi sosial yang mencerminkan semangat pemuda kampus yang aktif, berkarakter, dan berdaya guna.
Meski aktif dalam berbagai kegiatan, Fatih mengakui tantangan terbesarnya adalah manajemen waktu. Menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus Duta Kampus dengan target dan ambisi besar menuntut konsistensi dan komitmen tinggi.
Melihat peran pemuda ke depan, Fatih optimistis generasi muda Kalimantan Timur memiliki daya saing kuat dalam menghadapi pembangunan daerah. Ia menilai pemuda lokal mampu berkontribusi aktif tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
“Satu visi berjuta aksi adalah prinsip yang selalu saya pegang. Saya berharap dapat terus menginspirasi pemuda Kaltim untuk berani melangkah dan menjadi agen perubahan,” pungkasnya.
