Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat

    Juni 6, 2026

    Mesin Politik Dipanaskan, Gerindra Bulat Dukung Helmi Abdullah

    Juni 6, 2026

    Gratispol Internet Tembus 802 Desa, Pemprov Kaltim Kejar Listrik untuk 45 Desa Terpencil

    Juni 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Krisis SDM Hingga Literasi Jadi Sorotan, Ekmal Ingatkan Jaga Kualitas Pers Mahasiswa
    Pendidikan

    Krisis SDM Hingga Literasi Jadi Sorotan, Ekmal Ingatkan Jaga Kualitas Pers Mahasiswa

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 31, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ekmal, Mantan Ketua Umum Pers Mahasiswa UKM FISIPERS Unmul
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Mantan Ketua Umum (Ketum) Pers Mahasiswa (Persma) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fisipers Universitas Mulawarman (UNMUL), Ekmal menilai tantangan utama pers mahasiswa di Samarinda saat ini bukan hanya soal adaptasi digital, melainkan krisis sumber daya manusia (SDM) dan menurunnya budaya literasi di kalangan mahasiswa.

    Menurut Ekmal, Persma di Samarinda memiliki keberagaman dalam mengelola media sosial, website, hingga produk tulisan. Namun, keberagaman tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas SDM dan konsistensi pengelolaan organisasi.

    “Persma hari ini terlihat aktif di berbagai platform, tapi minat jurnalistik mahasiswa justru menurun. Ini beriringan dengan literasi yang ikut melemah,” ujar Ekmal, Rabu, 31 Desember 2025.

    Secara historis Persma hadir sebagai ruang kritik dan pengawasan di lingkungan kampus. Peran tersebut seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas penulisan dan riset di internal persma.

    Ia menilai, perdebatan soal idealisme Persma sering kali keliru diarahkan. Bagi Ekmal, persoalan idealisme tidak bisa dilepaskan dari individu yang menjalankan persma itu sendiri.

    “Bukan lembaganya yang tidak idealis, tapi orang-orang di dalamnya yang memilih nyaman mengikuti arus kampus dan era digital,” katanya.

    Sebagai mantan Ketum, Ekmal juga menyinggung kondisi politik kampus yang menurutnya menjadi miniatur politik regional. Dalam situasi tersebut, Persma kerap berada pada posisi rentan karena tidak memiliki kekuatan struktural maupun finansial seperti pers profesional.

    “Persma sering berperan sebagai lembaga pemantau kampus, tapi tidak jarang dianggap hanya membuat cerita tanpa dampak,” ujarnya.

    Lebih lanjut Ekmal menjelaskan bahwa kedekatan yang berlebihan dengan birokrasi berpotensi melemahkan daya kritis persma dan mengaburkan fungsi kontrol sosial yang seharusnya dijalankan.

    Soal independensi, Ekmal berpandangan bahwa independensi penuh masih sangat sulit dicapai oleh Persma. Namun, nilai tersebut tetap harus diperjuangkan melalui sikap kritis dan konsistensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai persma.

    “Independen itu bukan sesuatu yang langsung dimiliki, tapi diperjuangkan. Persma berproses menuju independensi,” tegasnya.

    Ia menambahkan, keberadaan aliansi Persma di Samarinda yang berjejaring dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) penting sebagai ruang belajar, advokasi, dan solidaritas. Namun, menurutnya, kekuatan utama Persma tetap terletak pada konsistensi internal masing-masing lembaga.

    “Tanpa komitmen pada kode etik dan keberanian menjaga jarak dari kepentingan birokrasi, persma hanya akan menjadi organisasi mahasiswa yang kebetulan menulis berita,” pungkas Ekmal.

    Ia berharap, konsistensi dan keberanian menjadi kunci agar persma tidak kehilangan identitas kritisnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pendidikan Tak Harus Formal, Mendikdasmen: SKB Balikpapan Tengah Contoh Baik

    Juni 5, 2026

    Banjir Bertahun-tahun Ganggu Proses Belajar, SDN 012 Sungai Kunjang Diusulkan Dibangun Ulang

    Juni 5, 2026

    Jangan Patah Semangat, Ini Beasiswa LPDP 2026 yang Masih Buka hingga Akhir Juni

    Juni 5, 2026

    Lulusannya Langka! Jurusan Kuliah Ini Malah Jadi Rebutan Korporasi Besar

    Juni 4, 2026

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Benarkah Pendidikan Gratis Bisa Menghapus Angka Putus Sekolah?

    Juni 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat

    R’syaJuni 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengatakan perusahaan keluarga yang kini…

    Mesin Politik Dipanaskan, Gerindra Bulat Dukung Helmi Abdullah

    Juni 6, 2026

    Gratispol Internet Tembus 802 Desa, Pemprov Kaltim Kejar Listrik untuk 45 Desa Terpencil

    Juni 6, 2026

    Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih

    Juni 6, 2026

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    Juni 6, 2026
    1 2 3 … 3,126 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.