Insitekaltim, Samarinda – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Kalimantan Timur, Mohammad Sukri, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jurnalistik sebagai langkah strategis menghadapi pemindahan ibu kota nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur.
Menurut Sukri, keberadaan IKN di Kaltim akan membawa arus besar perubahan, termasuk meningkatnya kompetisi di dunia media dan informasi. Oleh karena itu, para insan pers di daerah harus mulai menyiapkan diri sejak dini.
“Kalimantan Timur perlu menyiapkan SDM kita terkait pengembangan jurnalistik. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, ibu kota negara ada di Kalimantan Timur,” ujar Sukri pada Kamis, 6 November 2025.
Ia menambahkan, kesiapan SDM lokal menjadi kunci agar media dan jurnalis di Kaltim tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu bersaing dengan tenaga profesional dari luar daerah yang nantinya akan hadir seiring dengan beroperasinya IKN.
“Mempersiapkan persaingan yang nantinya dari luar Kaltim akan masuk untuk datang ke ibu kota negara,” tambahnya.
Selain itu, Sukri juga menekankan pentingnya kolaborasi dan penguatan kapasitas di internal JMSI. Ia mendorong seluruh anggota JMSI di Kalimantan Timur untuk aktif mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi.
“Kita harus menyiapkan langkah-langkah pengembangan SDM melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan peningkatan kapasitas lainnya di bawah naungan JMSI,” tegasnya.
Sukri juga mengajak seluruh anggota JMSI di lima kabupaten/kota di Kalimantan Timur untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder, dalam membangun ekosistem pers yang profesional dan berdaya saing.
“Saya sebagai ketua berharap semua anggota yang ada di Kalimantan Timur di lima kabupaten kota bisa bersinergi membangun dengan stakeholder dan pemerintah dalam pengembangan SDM.” pungkasnya.
