Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Mei 10, 2026

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Prangat Selatan Targetkan Bebas Jamban Tidak Sehat 2025
    Diskominfo Kukar

    Prangat Selatan Targetkan Bebas Jamban Tidak Sehat 2025

    Nur AjijahBy Nur AjijahApril 16, 2025Updated:Mei 31, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks : Kades Prangat Selatan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Desa Prangat Selatan di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini tengah memfokuskan upaya pembangunan pada peningkatan kualitas sanitasi.

    Pemerintah desa menargetkan seluruh wilayahnya bebas dari praktik penggunaan jamban tidak sehat pada tahun 2025.

    Program ini bukanlah langkah awal, melainkan kelanjutan dari proses jambanisasi yang telah dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Pemerintah desa menilai target ini realistis, mengingat cakupannya kini semakin kecil dan terukur.

    Kepala Desa Prangat Selatan, Sarkono, menjelaskan bahwa saat ini hanya tersisa delapan kepala keluarga yang masih belum memiliki jamban sesuai standar kesehatan.

    “Berdasarkan DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), masih ada delapan kepala keluarga yang jambannya belum sesuai standar kesehatan,” ujar Sarkono saat dikonfirmasi, Rabu 16 April 2025.

    Untuk mengatasi hal tersebut, sebagian Dana Desa tahun 2025 telah dialokasikan untuk pembangunan jamban sehat bagi delapan keluarga tersebut. Selain pembangunan fisik, aspek kualitas dan standar kesehatan menjadi prioritas utama dalam proses pelaksanaannya.

    “Kami ingin Prangat Selatan menjadi zero pengguna jamban yang tidak sehat. Jadi untuk tahun ini, kami bangun toilet sesuai dengan standar kesehatan,” imbuh Sarkono.

    Langkah ini juga sejalan dengan program nasional untuk menghapus praktik buang air besar sembarangan (BABS). Kebiasaan tersebut terbukti menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka penyakit menular dan kasus stunting, terutama di kawasan pedesaan.

    Selain mengandalkan pembangunan fisik, Pemerintah Desa Prangat Selatan juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat. Menurut Sarkono, perubahan perilaku menuju budaya hidup sehat hanya bisa tercapai jika warga turut memahami dan mendukung program tersebut.

    “Kami mengajak semua warga untuk berperan aktif demi menciptakan budaya sanitasi yang baik,” katanya.

    Tak hanya berfokus pada pembangunan sanitasi, tahun ini Pemdes Prangat Selatan juga mengarahkan Dana Desa untuk memperkuat sektor non-fisik. Beberapa program peningkatan kapasitas sumber daya manusia tengah digalakkan, khususnya dalam mendukung kelembagaan desa dan layanan kesehatan dasar.

    “Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan peningkatan kapasitas bagi perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, dan kader Posyandu,” jelas Sarkono.

    Dengan langkah yang menyasar pembangunan infrastruktur dasar dan kapasitas sosial secara seimbang, Pemerintah Desa Prangat Selatan optimistis dapat menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat.

    Sarkono berharap seluruh rangkaian program yang dijalankan tahun ini dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan dan kesadaran hidup bersih di kalangan warganya.(Adv)

    Desa Prangat Selatan Jamban Sarkono Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Wawali Samarinda Tekankan Peran Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026

    Kukar Terdepan Tekan Stunting di Kaltim, Rendi Soroti Peran Ketahanan Fiskal Daerah

    November 18, 2025

    Kaltim Hadapi Tantangan Tekan Stunting Baru Lahir, Dinkes Fokus Perkuat Intervensi pada Ibu Hamil

    Agustus 15, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Ratu ArifanzaMei 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah rutinitas yang padat dan gaya hidup serba cepat, banyak orang…

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.