Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    April 10, 2026

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»DPRD Kaltim Bahas Ranperda RPJMD 2025–2029 di Luar Propemperda
    DPRD Kaltim

    DPRD Kaltim Bahas Ranperda RPJMD 2025–2029 di Luar Propemperda

    MartinusBy MartinusMei 28, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: DPRD Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Paripurna ke-15 dengan agenda penyampaian laporan Bapemperda terhadap Ranperda di luar Propemperda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Paripurna ke-15 di Gedung DPRD Kaltim pada Rabu, 28 Mei 2025.

    Agenda utama rapat tersebut adalah penyampaian laporan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025–2029.

    Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan memaparkan urgensi dan dasar hukum penyusunan Ranperda RPJMD yang tidak tercantum dalam Propemperda.

    Ia menegaskan bahwa langkah tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

    “Sesuai dengan pasal 65 ayat 1 huruf c dan pasal 24, kepala daerah mempunyai tugas menyusun dan mengajukan rancangan peraturan daerah tentang RPJPD dan RPJMD kepada DPRD untuk dibahas bersama serta menyusun dan menetapkan RKPD,” ujar Agusriansyah.

    Ia juga merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025–2029. Instruksi tersebut menegaskan bahwa penyusunan RPJMD harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang berlaku.

    “Dengan dasar hukum tersebut sebagai alasan utama, pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Timur saat ini perlu menyusun dan membahas tentang RPJMD yang nantinya akan dituangkan dalam peraturan daerah provinsi,” kata Agusriansyah.

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim itu melanjutkan, penyusunan Ranperda RPJMD juga didasari oleh kebutuhan substantif. RPJMD 2025–2029, menurutnya, berperan penting dalam menjelaskan sasaran pembangunan daerah, menjadi pondasi awal pembangunan jangka panjang, serta menjadi dokumen perencanaan lima tahunan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Bontang, Kutai Timur dan Berau itu, juga menekankan bahwa RPJMD merupakan bagian penting dalam mendukung program prioritas nasional.

    “Pembentukan Ranperda tentang RPJMD disesuaikan dengan ketentuan waktu yang telah ditetapkan. Peraturan ini berlaku sejak ditetapkan dan masa berlakunya berakhir bersamaan dengan masa jabatan kepala daerah, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah,” terang Agusriansyah.

    Ia juga menyampaikan bahwa periodisasi RPJMD Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025–2029 telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode yang sama.

    Dengan demikian, arah kebijakan pembangunan daerah dapat terintegrasi dengan kebijakan pembangunan nasional.

    Lebih jauh, Agusriansyah menekankan bahwa meskipun Ranperda RPJMD ini disusun di luar Propemperda, pembentukannya tetap sah secara hukum.

    Hal ini, jelas Agusriansyah, merujuk pada ketentuan Pasal 24 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perencanaan Produk Hukum Daerah, yang memungkinkan pengajuan Ranperda di luar Propemperda dalam kondisi tertentu.

    “Meski demikian, sesuai dengan ketentuan Pasal 24 Perda Nomor 7 Tahun 2021, dalam keadaan tertentu gubernur dan DPRD dapat mengajukan rancangan peraturan daerah di luar Propemperda di luar tahun berjalan,” jelasnya.

    “Oleh karena itu, penyusunan dokumen dan pembentukan Ranperda RPJMD ini sah dan dapat dilanjutkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” tambah Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

    Di akhir penyampaiannya, Bapemperda DPRD Kaltim berharap agar pimpinan dewan segera menindaklanjuti pembahasan Ranperda RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025–2029, sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Agusriansyah Ridwan DPRD Kaltim Ranperda RPJMD kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Pemprov Kaltim Apresiasi DPRD, Pokok Pikiran Dewan Dinilai Penting dalam Perencanaan Pembangunan 2027

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    Ratu ArifanzaApril 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan kebijakan Work From Home (WFH) akan mulai…

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    April 10, 2026
    1 2 3 … 3,048 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.