Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Stunting Turun 0,7 Persen, Pemprov Kaltim Komit Maksimalkan Intervensi
    Diskominfo Kaltim

    Stunting Turun 0,7 Persen, Pemprov Kaltim Komit Maksimalkan Intervensi

    SittiBy SittiMei 17, 2025Updated:Juni 3, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting, menyusul adanya penurunan prevalensi sebesar 0,7 persen. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Kaltim turun dari 22,09 persen menjadi 22,02 persen.

    Meski tren ini menunjukkan progres positif, angka tersebut masih jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mematok batas maksimal prevalensi stunting di bawah 14 persen.

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan semakin serius melakukan intervensi stunting selama lima tahun ke depan. Langkah konkret yang diambil antara lain berupa pemberian vitamin dan makanan tambahan bergizi untuk anak usia dua tahun ke bawah.

    “Kita lakukan stimulus berupa vitamin dan makanan tambahan untuk anak. Program ini akan kita jalankan serius selama lima tahun ke depan. Saya yakin tahun depan akan ada penurunan yang lebih signifikan,” ujar Seno Aji usai menghadiri Musyawarah Daerah IV Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) di Gedung Bangga Kencana, Kantor Perwakilan BKKBN Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda, Jumat, 16 Mei 2025.

    Seno Aji menjelaskan bahwa program ini merupakan kerja kolaboratif antara berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, BKKBN, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta instansi-instansi lain yang terkait langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

    “Intervensi stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga non-pemerintah. Kita pastikan kerja sama antarsektor berjalan efektif,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, dr. Nurizky, menekankan bahwa tantangan terbesar penanganan stunting di Kaltim adalah luasnya wilayah dan kondisi geografis yang kompleks. Menurutnya, banyak wilayah pedalaman dan desa tertinggal yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan dasar.

    “Secara teori, intervensi sensitif seperti perbaikan air bersih, sanitasi, dan edukasi pola asuh punya dampak lebih besar, bahkan hingga 70 persen terhadap penurunan stunting, dibandingkan dengan intervensi spesifik seperti pemberian vitamin saja,” jelas Nurizky.

    Ia menyebutkan empat faktor utama penyebab stunting di Indonesia, yakni pola pengasuhan yang tidak tepat, akses terbatas ke fasilitas kesehatan, kekurangan makanan bergizi, dan keterbatasan air bersih serta sanitasi. Oleh karena itu, intervensi perlu dirancang secara tepat sasaran, bukan hanya menyentuh permukaan.

    “Masalah utama justru ada pada akses. Kalau anak-anak di bawah dua tahun tidak mendapatkan pendampingan tepat pada periode emas 1000 hari pertama kehidupan, maka dampaknya akan permanen,” lanjutnya.

    Dalam rangka mengefektifkan intervensi, BKKBN terus memperbarui data melalui Pendataan Keluarga berbasis by name, by address, yang dilakukan setiap tahun. Hal ini memungkinkan identifikasi keluarga berisiko stunting secara lebih akurat dan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat.

    “Data kami sangat dinamis karena penduduk bisa cepat berpindah. Karena itu, kita terus lakukan verifikasi dan validasi. Kami juga punya lebih dari 5.100 tim pendamping keluarga di seluruh Kaltim, terdiri dari bidan, kader PKK, dan tokoh masyarakat,” terang Nurizky.

    Ia mengakui bahwa pelaksanaan pendampingan belum maksimal di semua wilayah akibat keterbatasan infrastruktur dan jangkauan geografis. Namun, ia optimistis, dengan komitmen lintas sektor dan dukungan pembiayaan yang memadai, Kaltim bisa mempercepat pencapaian target nasional.

    “Bonus demografi hanya bisa dimanfaatkan kalau generasi mudanya sehat dan produktif. Karena itu, menurunkan stunting bukan sekadar program, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan daerah,” pungkasnya. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Pemprov Kaltim Seno Aji Stunting Wakil Gubernur Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    4.047 Bendera Dibagikan di Kaltim, Kesbangpol Ajak Warga Kibarkan Merah Putih

    Agustus 9, 2026

    Beban Pertahankan Juara Umum, 57 Kafilah Kaltim Jalani TC Sebulan di Jakarta

    Agustus 9, 2026

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    Agustus 8, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026

    Kaltim-Jateng Sepakati Kerja Sama 10 Sektor, Rudy Mas’ud Dorong Perluasan Komoditas di Luar Batu Bara

    Agustus 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    R’syaAgustus 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim) Supardi menyebut masa tugasnya…

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    187 Lulusan IKIP PGRI Kaltim Siap Diwisuda Oktober 2026

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.