Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Gubernur Kaltim Sebut Pajak Daerah Belum Optimal
    Diskominfo Kaltim

    Gubernur Kaltim Sebut Pajak Daerah Belum Optimal

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMaret 20, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengungkapkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) daerah ini masih jauh dari kata cukup meski memiliki sumber daya alam yang berlimpah di darat dan di laut.

    Menurut Rudy, Kaltim perlu melompat jauh ke depan untuk melakukan optimalisasi pendapatan daerah.

    “Membangun Kalimantan Timur yang luas daratannya mencapai 12,7 juta hektare tentu memerlukan anggaran yang sangat besar,” kata Gubernur Rudy Mas’ud, belum lama ini di Kantor Gubernur Kaltim.

    Rudy menilai, banyak sumber-sumber pendapatan daerah masih yang belum terkelola dan terserap dengan baik.

    Salah satunya pendapatan daerah dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Setelah mencermati data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud melihat sesuatu yang kurang maksimal.

    “Bagi hasil pajak daerah untuk Kutai Timur pada 2024 sebesar Rp1,1 triliun. Sedangkan Samarinda Rp654 miliar dan Kukar Rp614 miliar,” kata Rudy.

    Diketahui Kutai Timur merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk yang tidak cukup banyak namun jumlah bagi hasil pajak daerahnya jauh lebih besar dari Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar).

    Semestinya, kata Gubernur, dana bagi hasil pajak, salah satunya dari Pajak Kendaraan Bermotor untuk Samarinda dan Kukar, termasuk daerah lain yang memiliki perusahaan tambang yang lebih banyak, pendapatan daerahnya juga lebih banyak. Tapi faktanya, Kutai Timur yang mendapatkan bagi hasil pajak tertinggi dalam empat tahun terakhir ini.

    “Kita punya areal, tapi kita tidak dapat apa-apa. Dari perikanan nol, dari perhubungan pun nol,” kritik Gubernur lagi.

    Optimalisasi pajak harus 100 persen. Baik PKB, BBNKB dan pajak hasil tambang. Intinya, penerimaan pajak daerah masih jauh dari kata optimal.

    Rudy melihat fenomena ini sebagai sebuah tugas yang perlu diselesaikan segera. Karena, PKB menjadi salah satu sumber APBD yang dapat membantu percepatan pembangunan di Kaltim.

    “Mungkin bukan karena ada kebocoran, tapi belum banyak yang terpungut saja. Ini yang harus kita lebih maksimalkan lagi,” tegasnya.

    Tidak hanya itu, mengenai dana bagi hasil sawit Kaltim hanya memperoleh dana sebesar Rp16 miliar dari pusat dengan jumlah luas perkebunan mencapai 1,4 juta hektare.

    “Ini juga yang perlu kita perjuangkan ke pusat,” tutupnya.

    APBD Gubernur Kaltim Pajak Daerah Rudy Mas'ud sawit
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.