Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Semenisasi di Hulu Sungai Picu Kekhawatiran Kekeringan, DPRD Samarinda Minta Kajian Ulang
    DPRD Samarinda

    Semenisasi di Hulu Sungai Picu Kekhawatiran Kekeringan, DPRD Samarinda Minta Kajian Ulang

    LarasBy LarasFebruari 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim menyampaikan kekhawatiran sejumlah akademisi dan aktivis lingkungan terkait potensi kekeringan di wilayah hulu sungai yang melewati Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Timur.

    Fenomena ini diprediksi akan semakin parah jika hujan tidak turun selama 23 hari, menyebabkan debit air sungai menurun drastis hingga berisiko kering.

    Menurut Abdul Rohim, kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan lingkungan di sekitar aliran sungai. Sebelumnya, kawasan kiri dan kanan sungai masih dipenuhi lahan terbuka hijau, hutan kecil, atau taman sederhana yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

    Namun, seiring dengan maraknya pembangunan yang melibatkan semenisasi dan pengurukan lahan, fungsi alami sebagai penyimpan air mulai terganggu.

    “Saat hujan tidak turun selama beberapa hari, biasanya air dari tanah sekitar akan mengalir kembali ke sungai, menjaga debit tetap stabil. Namun, dengan kondisi sekarang, air hujan tidak bisa terserap dengan baik sehingga saat kemarau, sungai kekurangan pasokan air,” ujar Abdul Rohim pada Selasa, 11 Februari 2025.

    Ia juga menyoroti dampak jangka panjang dari perubahan ini. Ketika musim hujan tiba, air yang tidak terserap tanah akan langsung mengalir ke sungai, meningkatkan risiko banjir. Sebaliknya, saat kemarau, kekeringan bisa terjadi lebih cepat karena tidak ada cadangan air yang tersimpan di tanah.

    Menanggapi hal tersebut, politikus PKS ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap kebijakan pembangunan di sekitar sungai. Salah satu yang disoroti adalah rencana penurunan dan penutupan sepanjang aliran anak Sungai Karang Mumus. Ia meminta agar proyek tersebut dikaji ulang agar tidak berdampak negatif terhadap ekosistem.

    “Kami berharap ada kajian lebih mendalam apakah seluruh area harus ditutup atau ada bagian yang sebaiknya dibiarkan alami. Jangan sampai perubahan ini justru memperparah kondisi lingkungan,” tutupnya.

    Pihaknya berencana berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk memastikan kebijakan pembangunan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber air di daerah hulu sungai.

     

    Abdul Rohim DPRD Samarinda Kekeringan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Iswandi: Efisiensi Anggaran DPRD Samarinda Berlanjut, Kinerja Tetap Jadi Prioritas

    Agustus 14, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Tunjangan Guru di TK Negeri 2, dari 14 Guru Hanya 2 yang Menerima

    Agustus 12, 2026

    SMPN 28 Samarinda Ajukan Dua RKB, Lab Terpaksa Dipakai untuk Belajar

    Agustus 12, 2026

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Soal Kerusakan Fasilitas Teras Samarinda, Dewan Minta PUPR Segera Lakukan Pembenahan

    Agustus 10, 2026

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Agustus 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    R’syaAgustus 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim) Supardi menyebut masa tugasnya…

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    187 Lulusan IKIP PGRI Kaltim Siap Diwisuda Oktober 2026

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.