Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Juni 19, 2026

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Transformasi Pendidikan Menuju Digitalisasi, Google For Education Kenalkan Chromebook
    Diskominfo Kaltim

    Transformasi Pendidikan Menuju Digitalisasi, Google For Education Kenalkan Chromebook

    LarasBy LarasJuli 9, 202404 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Chrome Program Manager Google for Education Indonesia Rahmadi Sianipar Renyut
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Dalam upaya transformasi pendidikan menuju digitalisasi, Google for Education menggelar kegiatan Lokakarya Cara Baru untuk Belajar di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Selasa (9/7/2024).

    Teks: Lokakarya Cara Baru untuk Belajar oleh Google for Education di Provinsi Kalimantan Timur

    Dalam kesempatan tersebut hadir Chrome Program Manager Google for Education Indonesia Rahmadi Sianipar Renyut. Hadir juga berbagai unsur pengambil kebijakan dan instansi vertikal serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim).

    Rahmadi membuka acara dengan mencontohkan sebuah ilustrasi perbedaan produk dari 100 tahun lalu dan saat ini. Dari setiap ilustrasi yang ditampilkan, semua mengalami perkembangan dan perbedaan yang mencolok baik dari segi teknologi dan fungsi.

    Namun, ketika ditunjukkan ilustrasi siswa yang sedang belajar, saat ini belum banyak mengalami perbedaan. Terutama metode pendidikan di Indonesia yang masih cenderung memakai kertas dan alat tulis.

    Beberapa negara maju, menurut Rahmadi seperti Amerika dan Jepang mulai menerapkan sistem pembelajaran berbasis online dan menggunakan teknologi pintar. Misalnya tablet atau komputer. Penggunaan teknologi ini jauh lebih intens daripada kertas dan alat tulis manual.

    “Di negara lain sudah ada pola pendidikan yang berbeda, mereka disuruh bawa perangkat. Misal Amerika, China, Jepang sudah menerapkan. Indonesia bagaimana? Di daerah kita juga sudah ada, tetapi belum merata,” ujarnya.

    Di masa depan akan terjadi empat tren global dalam pendidikan di Indonesia. Rahmadi menjelaskan pertama, peningkatan kebutuhan global akan pemecahan masalah melalui pendidikan.

    Ia menyampaikan para siswa yang dihasilkan melalui pendidikan saat ini diharapkan mampu memecahkan berbagai kebutuhan dan masalah yang relevan di masa depan.

    “Kedua, membuat pelajaran jadi lebih personal. Ketiga, meningkatkan kemampuan belajar dan keempat, mengevaluasi kembali kemajuan siswa,” tuturnya.

    Untuk itu, Google for Education memperkenalkan Chromebook sebagai solusi transformasi digitalisasi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Chromebook adalah jenis laptop baru yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas dengan lebih cepat dan lebih mudah.

    Lebih rinci, para partisipan yang hadir diperkenalkan berbagai fitur canggih yang ditawarkan Chromebook. Adapun Rahmadi mengungkapkan terdapat empat cara memulai untuk memanfaatkan Chromebook. Metode Mercusuar atau metode yang di mana guru akan menggunakan Chromebook untuk presentasi di depan kelas menggunakan proyektor.

    Metode Api Unggun. metode ini meminta siswa untuk terbagi dalam sebuah kelompok dan di setiap kelompok akan diberikan Chromebook dan akun pembelajarannya.

    Metode Duet. Metode ini dilakukan dengan siswa menggunakan secara bersamaan Chromebook dan membahas tugas atau isu yang sama dengan akun pembelajarannya. Terakhir, metode Orkestra. Siswa diminta menggunakan Chromebook masing-masing.

    Metode-metode tersebut dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan serta ketersediaan Chromebook di sekolah nantinya. Dengan kecanggihan yang diberikan, Google siap mengawal tranformasi digitalisasi bagi pendidikan di Indonesia.

    “Kita punya lini Chromebook, akun Google Workspace. Kita juga punya pelatihan pengembangan guru untuk pengembangan guru berkelanjutan, Google Arts & Culture, Google Classroom,” jelasnya.

    Rahmadi juga menyampaikan harapan besar Google kepada seluruh pihak, utamanya para pengambil kebijakan di dunia pendidikan. Pihaknya mengajak dunia pendidikan bertahap untuk mengaplikasikan teknologi dalam ruang kelas.

    “Kami dari Google ini bekerja sama dengan Disdik dan instansi yang berada di pendidikan lain dan berharap adanya perubahan pola belajar di kelas ke depannya,” tutupnya.

    Ke depannya dengan Chromebook, para tenaga pendidik tidak lagi perlu berlama-lama mengerjakan laporan atau membuat berbagai materi yang diperlukan dalam mengajar. Dengan bermodalkan kecerdasan artificial intelligence (AI) bernama Gemini, semua dapat diselesaikan hanya sekian detik dan menit.

    Mengerjakan soal atau kuis bagi siswa sangatlah aman dan dipastikan tidak dapat mencontek. Itu karena Chromebook akan otomatis menghilangkan tools lain ketika siswa membuka link soal.

    Sekolah juga tak lagi perlu takut apabila siswa mencoba membuka situs-situs berbahaya ataupun situs pengganggu lainnya. Dengan bantuan admin, situs-situs tersebut akan diblokir secara merata di seluruh Chromebook lainnya yang terhubung dengan admin.

    Berdasarkan fitur-fitur tersebut, sistem belajar dan mengajar akan dipermudah. Efektivitas dan efisiensi yang ditawarkan juga membuat para guru dan mahasiswa memiliki lebih banyak waktu mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

    Chromebook Disdikbud kaltim Lokakarya Cara Baru Rahmadi Sianipar Renyut
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    Kekosongan Jabatan Definitif di Disdikbud Kaltim Dinilai Jadi Pangkal Kisruh Surat Tugas Guru

    Juni 16, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026

    Siswa Samarinda Tunjukkan Kualitas, Capaian TKA Melebihi Rata-Rata Nasional

    Juni 10, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pastikan LPG 3 Kg untuk Warga Miskin Aman, 18 Ribu Penerima Terdata

    Nur AjijahJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga saat ini, sebanyak 18 ribu warga, penerima manfaat telah terdata dan memperoleh…

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,156 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.