Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Anak Adalah Aset Bangsa, Kekerasan Harus Dihentikan!
    Pemkot Samarinda

    Anak Adalah Aset Bangsa, Kekerasan Harus Dihentikan!

    LarasBy LarasJuni 24, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda Ibnu Araby
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Berdasarkan data aplikasi Sistem Informasi Online (Simfoni) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada bulan Desember tahun 2023, Kota Samarinda mendapat posisi pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai kota dengan tingkat kekerasan perempuan dan anak tertinggi.

    Teks: Bimbingan Teknis Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (Bimtek LPKRA) pada Satuan Pendidikan di Kota Samarinda

    Sebanyak 498 kasus yang meliputi, 309 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 189 kasus kekerasan terhadap anak dan berdasarkan sumber serupa, kasus kekerasan di tahun 2024 bulan Mei sudah mencapai 99 kasus, yang terdiri dari 46 kasus kekerasan pada perempuan dan 53 kasus kekerasan anak.

    Melihat data tersebut, membuat banyak pihak khawatir. Padahal menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda Ibnu Araby, anak merupakan aset bangsa yang sangat menentukan masa depan suatu negara.

    Oleh karena itu, melindungi anak menjadi tugas bersama demi menyiapkan anak sebagai sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Di mana, menyiapkan SDM yang berkualitas ini berarti berupaya membangun dan menyejahterakan kehidupan negara kelak.

    Maka itu, Ibnu menyebutkan pentingnya pemberian bekal kepada anak. Bekal yang dimaksud bukan saja tentang mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi untuk menyokong tumbuh kembang anak, tetapi bekal ini ia tekankan mengenai keimanan, kepribadian yang luhur, jiwa dan semangat kebangsaan kepada anak.

    “Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi manusia berbudi luhur,” ujarnya dalam Bimbingan Teknis Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (Bimtek LPKRA) pada Satuan Pendidikan di Kota Samarinda di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Senin (24/6/2024).

    “Anak merupakan aset suatu bangsa, yang sangat menentukan wujud dan kehidupan masa depan suatu bangsa. Oleh karena itu adalah tugas kita bersama untuk menyiapkan anak sebagai generasi muda yang berkualitas,” sambungnya.

    Ibnu menjelaskan bahwa SDM yang berkualitas harus dipersiapkan sejak dari satuan pendidikan terkecil, mulai dari yang utama dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

    Persiapan SDM yang lebih baik harus dimulai dengan membekali anak-anak bimbingan dan aturan yang berlandaskan Pancasila. Namun, ia mengakui adanya tantangan besar yang dihadapi dalam satuan pendidikan, yaitu tindak kekerasan yang masih sering terjadi di sekolah.

    Kekerasan pada anak harus dihentikan. Ibnu menegaskan bahwa menghentikan kekerasan adalah tugas semua pihak. Tidak saja orang tua, tenaga pendidik di sekolah, orang-orang di lingkungan anak juga harus berperan aktif untuk menanggulangi kekerasan terhadap anak.

    Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan dan generasi mendatang dapat tumbuh dengan aman dan sejahtera.

    “Permasalahan ini harus terus ditanggulangi untuk mewujudkan visi Presiden RI dalam melahirkan SDM berkualitas,” tutupnya.

    Ibnu Araby SDM SIMFONI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Minta Penggunaan AI dan Gawai di Sekolah Dibatasi

    September 23, 2026

    IKN Butuh Penguatan SDM, Perguruan Tinggi Kaltim Dinilai Punya Peran Strategis

    September 22, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Berdasarkan Data Sudah 149 Kasus Kekerasan Terjadi di Kota Samarinda Semester I – 2026

    Juli 24, 2026

    Peringati Hari Anak Nasional, DP2PA Samarinda Perkuat Upaya Cegah Kekerasan terhadap Anak

    Juli 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    AminahOktober 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemasangan patok batas jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)…

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026
    1 2 3 … 3,374 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.