Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026

    Bukan Sekadar Kompetisi, IWL 2026/2027 Jadi Jalan Pemain Putri Menuju Timnas

    Agustus 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Air SKM Menghijau, Angkasa Jaya: Jangan Asal Menyimpulkan Limbah
    DPRD Samarinda

    Air SKM Menghijau, Angkasa Jaya: Jangan Asal Menyimpulkan Limbah

    LarasBy LarasJuni 13, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Angkasa Jaya Djoerani
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Warga Samarinda beberapa waktu belakangan dihebohkan oleh perubahan warna air Sungai Karang Mumus (SKM) yang semula berwarna kecokelatan menjadi kehijauan.

    Fenomena ikan-ikan yang bermunculan ke permukaan membuat sebagian masyarakat khawatir, tetapi sebagian tetap asyik memancing ikan-ikan tersebut tanpa khawatir sedikitpun.

    Melihat fenomena alam ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Angkasa Jaya Djoerani mengingatkan agar perubahan warna ini tidak serta merta dianggap sebagai tanda pencemaran.

    Menurut politikus PDI Perjuangan itu baik warna kecokelatan maupun kehijauan seperti saat ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor lingkungan dan tidak selalu pencemaran.

    “Perubahan dari cokelat menjadi hijau sebenarnya tidak perlu dipersoalkan terlalu jauh. Keduanya bisa disebabkan oleh dampak lingkungan. Warna cokelat mungkin berasal dari limbah, tapi hijau juga belum tentu berarti limbah. Yang jelas jangan asal menyimpulkan limbah,” ujar Angkasa, Rabu (12/6/2024).

    Angkasa menegaskan walau terdapat perbedaan warna air di SKM, tetap harus diwaspadai untuk penggunaan air sungai secara langsung tanpa tahu kandungan di dalamnya. Termasuk mengonsumsi biota yang hidup di dalamnya. Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati dan sebaiknya menghindari konsumsi hasil sungai.

    “Dari cokelat menjadi hijau, apa bedanya? Keduanya akibat dampak lingkungan. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa itu dari limbah. Hanya saja yang penting sebaiknya itu jangan dipakai konsumsi apalagi tidak lewat proses,” katanya.

    Ia menekankan pentingnya analisis mendalam untuk mengetahui asal muasal perubahan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kesimpulan yang diambil sebelum ada penelitian akademis yang menyeluruh.

    “Kita harus menganalisis sumbernya, apakah itu dari limbah rumah sakit, limbah rumah tangga atau industri. Saya tidak berani menyimpulkan tanpa adanya uji akademis,” ujarnya.

    Kekhawatiran ini disampaikannya setelah mendapati kabar bahwa masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapat air bersih dan memutuskan menggunakan air sungai sebagai satu-satunya sumber air untuk aktivitas sehari-hari.

    Belakangan diketahui bahwa SKM dihidupi banyak plankton yang menyebabkan perubahan warna pada air sungai.

    Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Ismail Fahmy Almadi mengungkapkan bahwa warna kehijauan pada air identik dengan kesuburan. Namun, jika warna tersebut hijau gelap, tingkat kesuburannya berlebihan.

    “Tapi kalau di kolam perubahannya cepat. Karena airnya tidak mengalir. Prosesnya itu mulai manusia memberikan makan ikan, memakan dan mengeluarkan fasesnya (kotoran) tersebut menjadi sumber makanan bagi plankton. Jadi istilahnya itu blooming plankton atau populasi plankton banyak sekali,” ucapnya dikutip dari Kaltim Post, Selasa (14/5/2024).

    Angkasa Jaya Djoerani Ketua DPRD Samarinda SKM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    R’syaAgustus 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gangguan layanan WiFi Gratis di sejumlah wilayah Kota Bontang mulai teratasi. Pemerintah…

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026

    Bukan Sekadar Kompetisi, IWL 2026/2027 Jadi Jalan Pemain Putri Menuju Timnas

    Agustus 12, 2026

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026

    Pawai HUT RI ke-81 Ditiadakan, Andi Harun Alihkan Kegiatan ke Kelurahan

    Agustus 12, 2026
    1 2 3 … 3,274 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.