Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Kemenag Diduga Salah Mengelola Dana Biaya Haji, Pemerintah Harus Tanggung Jawab
    DPRD Samarinda

    Kemenag Diduga Salah Mengelola Dana Biaya Haji, Pemerintah Harus Tanggung Jawab

    Rahmat FGBy Rahmat FGJanuari 23, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insetekaltim,Samarinda- Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama ( Kemenag) diduga salah mengelola dana biaya haji. Akibatnya berimplikasi pada rencana untuk menaikan biaya haji menjadi Rp.69.2 juta. Nominal angka yang terbilang besar ini menuai protes dan penolakan.

    “Rencana kenaikan biaya haji yang diusulkan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi Rp 69,2 juta dinilai tidak rasional. Selain itu juga sangat memberatkan apalagi di tengah kondisi ekonomi sulit saat ini dan latar belakang calon jemaah haji Kota Samarinda sebagian besar adalah karyawan dan pelaku ekonomi kecil,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain kepada wartawan, Senin (23/1/2023).

    Diduga, ujar Sani sapaan akrab Sani Bin Husain, rencana kenaikan biaya haji itu secara umum disebabkan karena adanya kesalahan dalam pengelolaan dana haji.

    Lebih lanjut dijelaskan Sani, dalam pengelolaan dana ada rumus indirect cost yang didapatkan dari setoran awal sebesar Rp25 juta. Jika menabung selama kurun waktu 20 tahun atau 30 tahun, maka akan mengendap selama 30 tahun. Itu berarti sudah mendapatkan keuntungan.

    Namun demikian, faktanya 70 % keuntungan pengeloalan dana haji diambil pemerintah untuk menerbitkan surat utang negara (SUN) dan Sukuk, yang keuntungannya hanya sebesar 5 %. Sedangkan inflasi saja angkanya sudah di 5,4 %.

    “Ya, jadinya keuntungan yang harusnya untuk jemaah ya ludes,” sebut Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda itu.

    Ia menambahkan, sebenarnya tanda-tanda awal masalah itu sudah diperingatkan oleh KPK pada tanggal 5 Januari 2023 dalam acara monitoring dan audiensi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Gedung Merah Putih.

    Jangan sampai pada akhirnya, kata Sani, Badan Pengelolaan Keuangan Haji perusahaan tidak punya modal sama sekali. Padahal, badan tersebut adalah perusaaan investasi dan semua akhirnya ditanggungkan ke Jemaah. Hal itu tentunya jelas tidak adil.

    Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah juga harus bertanggung jawab karena banyak dana haji dipakai untuk subsidi APBN.

    ” Pemerintah jangan pelit sama rakyat sendiri. Menyuntik dana ke BUMN bangkrut puluhan triliun saja bisa,” beber Sani.

    Sani menegaskan akan melawan kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak adil lantaran hal tersebut berkaitan dengan niat suci masyarakat Kota Samarinda yang hendak menunaikan ibadah haji.

    ” Sebagai pejabat daerah sebenarnya saya malas mengomentari kebijakan pusat. Saya hanya debu yang jauh dari Jakarta. Tapi karena ini menyangkut niat ibadah haji, kakek, nenek, ayah,ibu paman, bibi, orang-orang tua kita di Samarinda, maka kebijakan pusat yang tidak adil akan saya lawan meski sampai Jakarta,” kata Sani.

    Ia berharap ke depan BPKH dan Kementrian Agama lebih berhati-hati mengelola dana haji umat dan mau mendengar saran dari berbagai pihak.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Apa yang diminum setelah makan malam sering dianggap sepele. Padahal, pilihan minuman…

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.