
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muslimin setuju jika pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan secara bertahap atau melalui uji coba terlebih dahulu serta dilakukan evaluasi.
“Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sedang memulai proses vaksinasi bagi pelajar di sekolah-sekolah. Dimana vaksinasi tersebut salah satunya untuk persiapan digelarnya uji coba PTM,” kata Muslimin, kepada Insitekaltim.com ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (22/8/2021).
Dia setuju pelaksanaan PTM secara bertahap, tentunya dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Pemerintah jangan gegabah, uji coba dilakukan dengan benar-benar dan harus ada evaluasi.
Muslimin mengingatkan vaksinasi pada pelajar jangan serta merta menjadi alasan untuk melakukan PTM. Pasalnya, pemberian vaksinasi tidak menjamin seseorang tidak terpapar Covid-19.
“Vaksin jangan jadi alasan untuk PTM karena tidak menjamin seseorang tidak terpapar, bahkan ada juga yang sudah divaksin dua kali tetap saja positif Covid-19 bahkan sampai meninggal dunia,” tuturnya.
PTM dilaksanakan ia setuju, namun Pemkot Bontang bersama pihak terkait perlu melakukan kajian dan perhitungan yang matang. Tujuannya agar tidak ada permasalahan dan penyesalan di kemudian hari.
“Sebelum dilakukan uji coba, supaya duduk bersama dengan pihak terkait untuk melakukan pembahasan yang matang,” tandasnya.
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu juga mengimbau kepada Pemkot Bontang agar tidak menelan mentah-mentah instruksi pemerintah pusat terkait kebijakan boleh digelarnya PTM di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ke bawah.
“Pemerintah daerah jangan menelan mentah-mentah instruksi dari pusat, karena pusat belum tentu mengetahui kondisi lapangan di daerah,” ujarnya.
Dikemukakannya, meskipun Kota Bontang sudah turun jadi PPKM Level 3, tetap saja kasus Covid-19 di Kota Bontang masih tinggi. Hingga saat ini Kota Bontang masih termasuk zona merah.
“Ketika PTM dilaksanakan jangan sampai terjadi sesuatu dan siapa yang akan bertanggung jawab?,” tanya Muslimin.
Dia menyarankan Pemkot Bontang melalui dinas terkait untuk melakukan studi atau evaluasi yang mendalam untuk persiapan PTM.

