
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Legislator dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Abdul Haris mengusulkan kepada pihak sekolah untuk melakukan evaluasi pembelajaran offline yang dinilai lebih baik daya serap siswa menerima materi.
“Selama lebih dari satu tahun, sejak Maret 2020, pembelajaran di sekolah dilakukan dengan media dalam jaringan (daring) dan banyak kelemahan yang muncul dari pembelajaran ini,” kata Abdul Haris ditemui awak media di Gedung Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Kamis (12/8/2021).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai dengan pembelajaran online, siswa akan terfokus pada gadgetnya, sehingga peluang siswa untuk bermain gadget lebih banyak. Siswa yang seharusnya fokus dengan pembelajaran justru teralihkan dengan bermain gadget.
“Dampaknya penyerapan materi siswa terhadap pelajaran kurang maksimal,” imbuhnya.
Abdul Haris menambahkan banyak terjadi evaluasi materi yang dilakukan secara online atau daring justru dikerjakan oleh orang tuanya. Tidak sedikit siswa yang melakukan tes secara online meminta bantuan orang tuanya untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan pihak sekolah.
“Jika kondisinya seperti ini, maka sekolah perlu memformulasikan bagaimana cara agar siswa dapat melakukan evaluasi pembelajaran secara offline,” ujarnya.
Abdul Haris berharap sekolah bisa menghadirkan siswa ke sekolah dengan jumlah terbatas secara bergantian untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran secara offline. Tujuannya agar dapat menilai indeks daya serap siswa.
“Siswa secara digilir masuk sekolah untuk mengerjakan soal-soal evaluasi materi,” pungkasnya.

