
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bakhtiar Wakkang mengusulkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk menjadi pelopor dalam pembuatan laporan realisasi anggaran (LRA) dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Komisi II DPRD merupakan mitra kerja dengan BPKAD dan Bapenda dalam pelaporan keuangan di tingkat daerah.
Saat ini, yang sedang dilakukan oleh Komisi II DPRD Kota Bontang ialah mendengar dan mengevaluasi laporan realisasi anggaran (LRA) pada semester pertama.
Dimana, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Bontang memberikan LRAnya kepada Komisi II DPRD Kota Bontang.
“Ini kami menerima pelaporan formatnya berbeda-beda, ada yang mudah dibaca dan dipahami ada yang sebaliknya,” ungkap BW, sapaan akrabnya saat rapat kerja dengan BPKAD dan Bapenda di Ruang Rapat Lantai 2, Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kawasan Bontang Lestari, Kamis (29/7/2021).
Oleh karena itu, politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu meminta kepada BPKAD dan Bapenda untuk memformulasikan format pelaporan serapan APBD.
Ia mengusulkan agar dapat menggunakan grafik atau tabel untuk menyusun LRA OPD.
“Bisa menggunakan tabel, nanti disebutkan penggunaan anggaran untuk keuangan fisik dan non fisik apa saja setiap bulannya,” jelas BW.
Harapannya dengan pelaporan setiap bulannya maka serapan anggaran akan terbaca lebih detail dan dapat dianalisa yang kemudian dievaluasi.
Selain itu mengurangi kekeliruan pelaporan keuangan di masing-masing OPD.
“Dengan format yang seragam dan terklasifikasi akan memudahkan dalam pembacaan LRAnya,” pungkas BW.

