
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Pembahasan anggaran perubahan 2021 mulai dilakukan. Pemerintah mempersiapkan Rp154 miliar yang akan dikelola untuk pembangunan kota Bontang, hingga akhir tahun.
Untuk itu, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang akan terus mengawal proses tersebut sesuai tupoksi yang ada. Bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai mitra kerjanya.
“Kami akan membahas tentang pengeluaran untuk penanganan Covid-19 berapa, pendapatan yang akan dipakai untuk di pergeseran atau perubahan ini berapa,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam kepada beberapa media usai rapat kerja dengan beberapa OPD di Ruang Rapat 3, Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kawasan Bontang Lestari, Kamis (29/7/2021).
“Kita sudah punya saldo sekitar Rp154 miliar,” imbuhnya.
Sejauh ini, pihaknya telah masuk dalam pembahasan laporan realisasi anggaran (LRA) yang ditargetkan rampung dalam minggu ini. Setelah pelaporan, pihaknya akan melakukan prognosis untuk 6 bulan ke depan.
“Pembahasan ini kami targetkan akan selesai dalam seminggu ini,” jelas Rustam.
Dalam hal ini, Komisi II membahas serapan anggaran oleh 17 OPD dengan BPKAD dan Bapenda selaku bendahara daerah.
Untuk itu, seharusnya BPKAD dan Bapenda dapat menjadi contoh dalam pelaporan serapan anggaran.
“Jadi penggunaan anggaran pada semester pertama harus dibuat kurva atau grafik,” terang politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Pasalnya, pembahasan anggaran dalam setahun dilakukan dua kali setiap semester. Diharapkan pada semester pertama serapan anggaran oleh OPD pada APBD murni bisa mencapai 40 persen ke atas.
“Syukur-syukur bisa 50 persen serapan APBD murni sehingga pada bulan Desember dapat terserap maksimal,” pungkas Rustam.

