
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sedang menggodok formulasi yang lebih tepat dalam pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat agar tidak terjadi kerumunan massa.

Mengingat hal itu, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Abdul Haris mengusulkan proses vaksinasi Covid-19 dilaksanakan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).
Pasalnya ia menyampaikan keluhan, ada warga yang tidak mendapat vaksin. Padahal sudah beberapa kali datang untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh Pemkot Bontang.
“Tetangga saya empat hari berturut-turut datang ke satuan tugas (Satgas) untuk mendaftarkan vaksin, hari terakhir baru dapat,” ungkapnya saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di Ruang Rapat 3, Sekretariat DPRD, Bontang Lestari, Senin (12/7/2031).
Warga tersebut sudah mencoba beberapa kali untuk mendatangi tempat vaksinasi bahkan sejak waktu subuh. Namun ketika sudah dibuka vaksinasinya, warga tersebut sudah kehabisan.
Hal seperti ini tidak jarang ditemui di berbagai tempat. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengira ada ketidaksesuaian dengan proses vaksinasi ini.
“Berarti ada yang tidak beres, artinya orang yang mau membantu pemerintah untuk vaksinasi massal tapi sistem tidak mendukung,” terangnya.
Ia mengusulkan Pemkot Bontang agar memiliki pola untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. Misalnya petugas jemput bola mendatangi masyarakat ke tiap RT supaya menghindari kerumunan.
Dalam waktu yang sama, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bontang, Zulkifli menjawab pernyataan tersebut. Tim Satgas Penanganan Covid-19 juga sudah memformulasikannya hingga tingkat RT.
“Pendaftaran sudah dilakukan hingga tingkat RT bahkan penjadwalan vaksinasi juga sudah dibuat oleh tim gugus setiap RT,” ucapnya.
Namun terkendala pada masyarakat yang terkadang tidak memenuhi undangan kemudian justru datang pada hari yang lain sehingga terjadilah penumpukan.
Jika harus mendatangi masyarakat atau jemput bola ke setiap RT, maka terkendala pada sumber daya manusia (SDM).
“Selain itu belum tentu kalau kita datangi langsung bisa dieksekusi karena satu vial vaksin harus selesai dalam satu waktu,” jelasnya.
Satu vial vaksin dapat digunakan untuk maksimal 9 dosis penyuntikan. Jika satu vial tidak segera digunakan dalam satu waktu atau ditunda dalam waktu yang lama maka vaksin tersebut sudah tidak bisa digunakan.
“Namun Pemkot akan terus mencari formulasi yang tepat untuk pemberian vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat dan juga tidak terjadi kerumunan,” tutupnya.

