Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kunker Kukar, Pansus LKPj Temukan Bangunan Pendidikan Tidak Efisien
    DPRD Kaltim

    Kunker Kukar, Pansus LKPj Temukan Bangunan Pendidikan Tidak Efisien

    AdminBy AdminApril 22, 202102 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Rexy – Editor : Redaksi

    Insitekaltim,Samarinda – Lakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu, Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim.

    “Kemarin kami melakukan kunker ke Kukar. Kemudian, karena pansus hasil LKPj Gubernur 2020 ini dibagi, ada yang di bagian utara, tengah dan selatan. Kebetulan kita di tengah dan salah satu lokusnya adalah Kukar,” terang Salehuddin.

    Setelah Pansus LKPj melakukan komunikasi serta rapat dengar pendapat (RDP) dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melanjutkan proses pengawasan dan kunjungan ke lapangan.

    Pastinya dengan beberapa kegiatan yang sudah disampaikan Gubernur Kaltim terkait LKPj tersebut. Lanjut Salehuddin, maka lokusnya kemarin ada di SMK Farmasi Tenggarong.

    “Secara umum, pekerjaannya sudah selesai. Artinya, pekerjaan dari Dinas PUPR-PERA Kaltim dihibahkan dan dibangun dengan dana sekitar Rp 2,2 miliar. Secara umum, sudah dilaksanakan dengan baik,” kata mantan Ketua DPRD Kukar ini.

    Selanjutnya, peninjauan dilanjutkan lagi ke Gedung SMAN 1 Tenggarong yang merupakan proyek dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim. Beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim telah meresmikan SMAN 1 Tenggarong setelah 8 tahun proses pembangunannya.

    “Kenapa sampai 8 tahun, karena ternyata pondasi SMAN 1 itu dibangun Dinas PU Kukar, selebihnya finalisasinya adalah Disdikbud Kaltim,” ungkapnya.

    Kunjungan selanjutnya yakni pembangunan Sekolah Polisi Negara (SPN) di Desa Jonggon, Kukar. Kebetulan PUPR Kaltim mengalokasikan dana sekitar Rp 33 miliar untuk beberapa item pembangunan di SPN tersebut.

    Dimana secara umum, sudah berjalan dengan baik. Namun, ada beberapa evaluasi yang akan disampaikan pihaknya ke Gubernur Kaltim Isran Noor.

    “Kalau berbicara dari standarisasi bangunan, spesifikasi bangunan gedung, menurut saya belum terlihat seragam. Salah satu catatan kita, ada beberapa bangunan tidak sesuai spesifikasi yang standar,” paparnya.

    Pihaknya memaparkan bahwa ada proses sekitar 4 tahun terjadinya kemandekan, karena proses transisi kewenangan kabupaten ke provinsi. Catatan lainnya, ada beberapa sisi bangunan yang mengkhawatirkan.

    Saat Pansus LKPj sidak ke lapangan, ada beberapa tanah sisa aktivitas pertambangan. Terjadi longsoran dan berpotensi mengenai bangunan SPN tersebut.

    “Ada beberapa bangunan yang belum selesai sehingga membutuhkan dana cukup besar,” pungkasnya.

    Selanjutnya pihaknya berharap, harus ada standar untuk membangun fasilitas pendidikan. Sehingga tidak menyulitkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Kemudian, proses perencanaan itu betul-betul dimatangkan.

    “Harus dimatangkan sebelum menjalankan proses pembangunan secara fisik, karena banyak menemukan bangunan spesifikasinya tidak efisien dalam penggunaan anggaran,” tandasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Ratu ArifanzaMei 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Realitas pahit masih membayangi kehidupan perempuan pekerja di Indonesia. Di tengah tekanan…

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026

    Laba Naik, Dividen Turun: Andi Harun Soroti Kredit Macet dan Transparansi Bankaltimtara

    April 30, 2026

    Andi Harun Buka Alasan Dissenting Opinion di RUPS Bankaltimtara: Soroti Pemberhentian Direksi dan Transparansi Seleksi Komisaris

    April 30, 2026
    1 2 3 … 3,084 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.