Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kompensasi Warga Terdampak Jalan Kemandirian Belum Tuntas, DPRD Samarinda Desak Pelunasan

    Oktober 22, 2026

    Saksi Tak Tahu Status HPL Separi di Sidang Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar

    Oktober 22, 2026

    Stok Pangan Samarinda Aman, Harga Cabai Masih Jadi Perhatian

    Oktober 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Andi Harun: Keselamatan Masyarakat Lebih Utama
    Pemkot Samarinda

    Andi Harun: Keselamatan Masyarakat Lebih Utama

    AdminBy AdminMei 11, 202103 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Rexy – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun masih menutup akses jalan di Jembatan Mahkota II untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan karena banyak pertimbangan dari segi teknis maupun keretakan yang terjadi akibat pergeseran.

    Melalui press conference Andi Harun menyampaikan hasil survei kepada awak media di Anjungan Karangmumus Balai Kota Samarinda, Selasa (11/5/2021).

    Andi Harun mengatakan, bahwa abrasi membuat pylon jembatan bergeser sekitar 7 milimeter dan kemudian pergeseran secara menurun ke bawah sekitar 30 milimeter.

    “Dalam konteks hukum konstruksi ini sangat serius. Oleh sebab itu saya sampaikan kepada Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Walaupun setiap harinya kita melakukan pengukuran, tapi tetap tidak cukup untuk memutuskan membuka kembali akses Jalan di Jembatan Mahkota II,” ungkapnya.

    Oleh karena itu Pemerintah Kota Samarinda menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR RI terutama bersama dengan Direktur Pembangunan Jembatan.

    “Setelah menjalin komunikasi bersama Kementerian PUPR RI melalu virtual zoom, akhirnya dapat disimpulkan beberapa aspek teknis untuk dilakukan penelitian,” ujarnya

    Perlu diketahui, konsultan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda melakukan survei pengukuran bersama dengan PT Nindya Karya sebagai kontraktor pada proyek pembangunan tersebut.

    “PT Nindya Karya dan PUPR Kota itu juga melakukan pengukuran dengan menggunakan alat yang sama yaitu TS (total station), setelah kedua itu melakukan survei ternyata hasilnya berbeda,” kata Andi.

    Setelah melakukan survei pihak PT Nindya Karya menyatakan tidak ada terjadi pergeseran, kalaupun terjadi pergeseran angkanya masih sebatas margine of eror.

    Dikatakannya, banyak usulan yang diberikan secara internal. Bahkan Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda menyarankan kalau Jembatan Mahkota II dibuka kembali tetapi hanya untuk kendaraan roda dua.

    “Tetapi saya tetap bilang bahwa kita harus kembali kepada peraturan. Ketika ada suatu insiden terkait jembatan, maka untuk hal itu yang harus memberi kewenangan dan mengizinkan jembatan tersebut bisa dibuka atau tidak adalah Kementerian PUPR RI, khususnya Direktorat Pembangunan Jembatan,” tegas Andi.

    Di sisi lain pemerintah masih menunggu alat yang bernama Crack Detection Microscope. (CDM) ini merupakan alat yang mampu meneliti keretakan pada jembatan. Alat tersebut harus didatangkan dari Kota Jakarta. Sehingga Pemkot Samarinda harus menunggu selama 6 minggu ke depan.

    “Alat ini juga kalau sudah sampai, sehari dua hari bisa langsung digunakan. Ketika angka keluar untuk dianalisa akan memakan cukup waktu,” beber Andi.

    Ia berharap kepada masyarakat Kota Samarinda untuk bersabar dan mengerti mengapa Jembatan Mahkota II belum dibuka.

    “Mungkin ini sangat berat, karena ini adalah bentuk kehati-hatian untuk tidak salah langkah, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang terpenting keselamatan warga lebih utama,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Kasus ISPA di Samarinda Meningkat, Dinkes Siagakan Puskesmas di 10 Kecamatan

    Oktober 22, 2026

    TPA Sambutan Butuh Kapasitas Baru, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Zona 3

    Oktober 22, 2026

    Wawali Minta Perusahaan Aktif Laporkan Lowongan

    Oktober 22, 2026

    Samarinda Didorong Jadi Pusat Pendidikan Borneo

    Oktober 22, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Distribusi BBM, Antrean di 33 SPBU Jadi Sorotan

    Oktober 22, 2026

    Status Darurat Karhutla Samarinda Dievaluasi, Pemkot Pantau Kualitas Udara dan Ketersediaan Air

    Oktober 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kompensasi Warga Terdampak Jalan Kemandirian Belum Tuntas, DPRD Samarinda Desak Pelunasan

    Ratu ArifanzaOktober 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembayaran kompensasi kepada warga terdampak pembangunan jalan di Jalan Kemandirian yang menghubungkan…

    Saksi Tak Tahu Status HPL Separi di Sidang Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar

    Oktober 22, 2026

    Stok Pangan Samarinda Aman, Harga Cabai Masih Jadi Perhatian

    Oktober 22, 2026

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    Hari Santri di Kaltim, 40 Santri Kurang Mampu Terima Santunan

    Oktober 22, 2026
    1 2 3 … 3,399 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.