
Reporter : Angel – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Permasalahan banjir di Kota Taman tidak kunjung selesai. Tidak hanya di kawasan RT 26 Kelurahan Tanjung Laut, banjir juga menghampiri kawasan Jalan Selat Karimata RT 09 di kelurahan yang sama.
Memasuki musim penghujan, ternyata berdampak besar terhadap masyarakat Kota Bontang. Terdapat beberapa titik banjir di Kota Bontang yang hingga saat ini belum dapat ditangani dengan baik.
Dikatakan oleh Anggota Komisi III DPRD Abdul Samad, bahwa beberapa RT mengeluh tentang banjir dikarenakan meluapnya air yang tidak mampu ditampung parit lagi.
“Karena hujan menguyur beberapa hari ini, ada beberapa RT yang terkena dampak banjir. Yaitu RT 09, 06, 32, 33 dan 34 ” jelas Abdul Samad, saat menggelar inspeksi mendadak (sidak), Senin (14/9/2020).
Ditambahkan Abdul Samad bahwa pembuatan polder sudah direncanakan dan lahan untuk pembuatan polder pun sudah disiapkan. Luasnya dua hektar. Sayangnya masih terkendala keuangan daerah, akibat fokus penangaan Covid-19.
“Alhamdullilah apa yang disampaikan RT setempat, pemerintah sudah merencanakan untuk membuat polder yang lahannya sudah tersedia. Lahan yang dibebaskan kurang lebih dua hektar. Mungkin terkendala masalah keuangan untuk penanganan Covid-19, “ ucapnya menganalisa.
Abdul Samad juga menuturkan Komisi III akan memperjuangkan pembangunan polder agar segera terealisasi sebagai antisipasi banjir di Kelurahan Tanjung Laut.
“Kemungkinan di anggaran murni tahun depan, karena perubahan kan sudah tidak mungkin,” terangnya kepada Insitekaltim.

