Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»9,9 Juta Gen Z Nganggur, Begini Komentar Warganet
    Lifestyle

    9,9 Juta Gen Z Nganggur, Begini Komentar Warganet

    LarasBy LarasJuni 14, 2024Updated:Juni 14, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Positngan Instagram Bank Indonesia terkait 9,9 juta gen z di Indonesia menganggur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jakarta – Akun Instagram Official Bank Indonesia menggunggah sebuah postingan yang menyoroti tingginya angka pengangguran Generasi Z (Gen Z) di Indonesia yang mencapai 9,9 juta jiwa, Senin (10/6/2024).

    Teks: Komentar warganet terkait 9,9 juta gen z di Indonesia menganggur

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS pada Agustus 2023, sebanyak 9,9 juta Gen Z di Indonesia tercatat tidak menjalani pendidikan, tidak sedang bekerja dan tidak sedang mengikuti pelatihan.

    Postingan tersebut dibanjiri beragam komentar. Beberapa warganet rata-rata menyampaikan opini mereka terkait alasan banyaknya Gen Z yang menganggur. Misalnya saja akun bernama alifianjune_ yang menyebutkan bahwa faktor pembatasan umur untuk melamar pekerjaan yang dinilai mempersulit Gen Z mendapatkan pekerjaan.

    “Saya ada ijazah, saya ada pengalaman kuliah sampai kerja, saya ada skill mulai bahasa Inggris dan segala macam itu. Tapi tetap susah nyari kerja mas/mba. Di Inggris dalam 2 minggu orang bisa dapat kerja, di Indonesia kakak saya jurusan IT keterima kerja setahun kemudian tanpa orang dalam. Saya nyari kerja juga tanpa orang dalam dan sulit sekali,” sebut akun Instagram a.d_notonegoro yang menyampaikan kisahnya.

    Ada juga akun Instagram bernama iwayansutasma yang menyinggung soal pendidikan di sekolah di Indonesia hanya didominasi dengan hapalan dan tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Bahkan menurutnya, sumber daya manusia (SDM) yang lahir dari pendidikan di Indonesia akan menjadi peminta bantuan sosial kelak.

    “Karena pendidikan di sekolah hanya sebatas hafalan titik jadi lulus tidak siap untuk bekerja dan menciptakan minat untuk meminta bantuan sosial atau BLT. Kalau anak pejabat atau yang lahir kaya pasti menyekolahkan anaknya ke luar negeri,” ujarnya.

    Kemudian, akun Instagram bernama agungrahmankusumawardhana lebih menekankan terhadap saran yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Terdapat lima saran yang ia rasa sesuai dengan kebutuhan pasar terhadap SDM di Indonesia dan bagaimana cara pemerintah mendongkrak penurunan angka pengangguran.

    “Pertama, batasan umur dirubah. Kedua, lapangan pekerjaan diperbanyak. Ketiga, HR perusahaan ada info terkait karyawan yang memenuhi kualifikasi atau tidak. Keempat, kalau sudah ada pengalaman kerja dan psikotesnya tidak diperlukan, cukup wawancara saja lumayan bisa menghemat waktu. Kelima, tidak perlu bertanya mau kerja atas dasar referensi siapa intinya orang mau kerja itu memang dia butuh pekerjaan dan kalau tidak ada kenalan orang dalam perusahaan, memangnya tidak berhak buat berkarir setiap orang memiliki hak yang sama jika dia memiliki potensi,” sarannya.

    Saran lainnya dilontarkan akun Instagram bernama dedywinarto. Ia menyarankan agar lowongan kerja di Indonesia dapat mencontoh negara-negara maju lainnya seperti Jerman, Australia, Amerika dan Hongkong yang tidak menerapkan batas minimal atau maksimal usia, minimal pendidikan tertentu, jenis kelamin tertentu, agama tertentu, status pernikahan tertentu dan minimal pengalaman tertentu.

    Akun dedywinarto itu lebih menekankan agar pencari kerja dapat fokus melihat peluang dari seseorang yang belum berpengalaman menjadi ahli di bidangnya melalui skema evaluasi bulanan. Di mana dalam sebulan dapat dilihat apakah pekerja tersebut pantas dipertahankan atau tidak.

    Menurutnya, jauh lebih baik menggunakan skema evaluasi bulanan ketimbang melihat hasil secara sepihak melalui sesi wawancara atau sesi tes psikotes yang dinilainya kurang sesuai.

    “Dan menurut sumber tersebut (HRD Jerman) di sana, jika ada perusahaan atau instansi ataupun usaha yang menerapkan syarat yang menyulitkan pencari kerja, maka akan didenda oleh negara. Semoga Indonesia dapat mencontoh negara-negara lain Salah satunya negara Jerman dalam hal lowongan pekerjaan sehingga dengan demikian akan pengangguran dapat ditekan,” potongan komentar dedywinarto.

    Fakta ini membuka realita bahwa saat ini ekonomi bangsa tidak sedang dalam keadaan baik. Gen Z akan menjadi generasi yang paling merasakan gejolak fluktuatifnya ekonomi. Namun fakta ini juga tidak harus diratapi.

    Ini menjadi pembuka mata semua pihak untuk membuat perubahan secara bergotong royong agar generasi pemimpin masa depan bangsa ini dapat terserap ke dunia kerja dan dapat berkontribusi memajukan perekonomian daerah.

    Akun Instagram Gen Z Official Bank Indonesia
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Target Kabupaten/Kota Sehat Belum Merata, Sejumlah Indikator di Kaltim Masih Rendah

    Oktober 30, 2026

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026

    Budaya Pampang Berpotensi Dongkrak Wisata dan PAD Samarinda

    Oktober 29, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    DPPKB Samarinda Sampaikan Capaian Program dan Kegiatan SAPA KB

    Oktober 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    AminahNovember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tren “Stop the Wedding” ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui tren ini,…

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026

    932 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Samarinda Dorong Pencegahan Bersama

    November 1, 2026
    1 2 3 … 3,419 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.