Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta Perumda Varia Niaga segera memperluas pasar dan mencari sumber pendapatan baru. Arahan itu disampaikan setelah hasil evaluasi menunjukkan sekitar 76 persen laba perusahaan masih ditopang oleh satu unit usaha, yakni layanan assist kapal.
Andi Harun mengapresiasi capaian laba bersih Perumda Varia Niaga yang mencapai Rp3,62 miliar hingga Semester I 2026. Namun, capaian tersebut belum mencerminkan struktur bisnis yang kuat karena sebagian besar keuntungan masih berasal dari satu lini usaha.
Berdasarkan paparan manajemen, unit assist kapal menyumbang laba sekitar Rp2,37 miliar atau sekitar 76 persen dari total keuntungan perusahaan. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena masih bergantung pada satu kontrak utama dengan Pelindo.
Karena itu, Andi Harun meminta direksi segera melakukan ekspansi pasar dengan mengamankan kontrak baru di wilayah perairan strategis lainnya agar perusahaan memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dan tidak bergantung pada satu sektor bisnis.
Selain mendorong ekspansi usaha, Andi Harun juga menyoroti kinerja unit pangan yang dinilai masih perlu dibenahi. Ia meminta evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari harga pokok penjualan, margin keuntungan, biaya distribusi hingga pengeluaran operasional.
“Evaluasi total harus dilakukan. Masalah pada unit pangan ini murni isu efisiensi dan manajemen internal,” ujarnya saat memimpin Rapat Evaluasi Kinerja Perumda Varia Niaga Semester I Tahun 2026 di Balai Kota Samarinda, Selasa, 4 Agustus 2026.
Perhatian serupa juga diberikan terhadap pengembangan Bebaya Mart agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan perusahaan.
Andi Harun menegaskan keberhasilan BUMD tidak hanya diukur dari besarnya laba yang diperoleh. Menurutnya, perusahaan daerah juga harus memiliki tata kelola yang sehat, efisien, transparan, serta mampu menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi daerah.
Sementara itu, manajemen Varia Niaga melaporkan sejumlah perkembangan positif selama enam bulan pertama tahun ini. Perusahaan telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Odoo dan melakukan efisiensi organisasi dengan jumlah pegawai sebanyak 86 orang.
Dari 21 unit usaha yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah, delapan unit telah aktif beroperasi. Salah satunya Teras Samarinda yang mencatat sekitar 468 ribu kunjungan atau meningkat 144 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, tingkat hunian Rusunawa mencapai 97 persen dengan tingkat pembayaran yang sama, sedangkan Kos Syariah mencatat okupansi sebesar 92 persen. Di sektor perdagangan, Bebaya Mart dan kemitraan business to business (B2B) terus dikembangkan melalui penambahan produk, perluasan jaringan distribusi, hingga pengembangan usaha peternakan.
Meski demikian, Pemerintah Kota Samarinda tetap memberikan sejumlah catatan evaluasi. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Marnabas menilai potensi pendapatan parkir di Teras Samarinda masih dapat dioptimalkan seiring tingginya jumlah pengunjung.
Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri juga meminta perbaikan sejumlah fasilitas di kawasan Teras Samarinda, seperti atap dan area rumput agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga. Ia juga mendorong Varia Niaga berperan dalam pengendalian inflasi daerah, terutama melalui stabilisasi pasokan komoditas ayam ras.

