Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045
    Ekonomi

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaBy R’syaAgustus 19, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Aktivitas pengangkutan batu bara melintasi Sungai Mahakam, Samarinda. Batu bara masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kaltim, sementara pemerintah daerah mulai mendorong diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan batu bara. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Kaltim menyiapkan transformasi ekonomi agar daerah tidak terus bergantung pada komoditas yang dipengaruhi harga dan permintaan global.

    Sekretaris Bappeda Kaltim Wahyu Gatut Purboyo mengatakan, sektor batu bara saat ini masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah dengan serapan sekitar 46 ribu tenaga kerja.

    “Transformasi ekonomi diperlukan untuk memperkuat sektor-sektor unggulan yang sudah ada sekaligus mempersiapkan industri-industri baru yang lebih berkelanjutan dan sesuai perkembangan global,” ujarnya saar Diskusi Putaran 3 Forum Konsultasi Daerah untuk Percepatan Transformasi Ekonomi Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 19 Agustus 2026.

    Menurutnya, ketergantungan tersebut perlu mulai diantisipasi karena batu bara merupakan sumber daya yang terbatas dan sangat dipengaruhi kondisi pasar global.

    “Pertambangan memang masih menjadi sektor utama, tetapi sumber daya itu tidak selamanya ada. Karena itu, kita harus menyiapkan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan,” jelasnya.

    Wahyu menyebut transformasi ekonomi Kaltim bukan berarti meninggalkan sektor yang selama ini menjadi penopang daerah. Namun, pemerintah perlu memperkuat sektor lain sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

    Ia menjelaskan, perubahan struktur ekonomi Kaltim sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa dekade. Pada era 1970-an, perekonomian daerah banyak ditopang sektor kehutanan. Memasuki awal 2000-an, peran batu bara semakin dominan, sementara sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, kini mulai menunjukkan kontribusi yang lebih besar.

    Karena itu, arah transformasi ekonomi Kaltim hingga 2045 akan diarahkan pada penguatan sektor unggulan non-tambang serta pengembangan industri baru yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

    Forum tersebut diharapkan menjadi bagian dari penyusunan arah pembangunan ekonomi Kaltim menuju 2045 agar pertumbuhan daerah tidak hanya bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan.

     

    Bappeda Kaltim Batu bara Ekonomi Kaltim Wahyu Gatut Purboyo
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Harga Ayam Potong di Pasar Samarinda Masih Tinggi, Capai Rp60 Ribu

    September 19, 2026

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.