Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045
    Ekonomi

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaBy R’syaAgustus 19, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Aktivitas pengangkutan batu bara melintasi Sungai Mahakam, Samarinda. Batu bara masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kaltim, sementara pemerintah daerah mulai mendorong diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan batu bara. Kondisi tersebut mendorong Pemprov Kaltim menyiapkan transformasi ekonomi agar daerah tidak terus bergantung pada komoditas yang dipengaruhi harga dan permintaan global.

    Sekretaris Bappeda Kaltim Wahyu Gatut Purboyo mengatakan, sektor batu bara saat ini masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah dengan serapan sekitar 46 ribu tenaga kerja.

    “Transformasi ekonomi diperlukan untuk memperkuat sektor-sektor unggulan yang sudah ada sekaligus mempersiapkan industri-industri baru yang lebih berkelanjutan dan sesuai perkembangan global,” ujarnya saar Diskusi Putaran 3 Forum Konsultasi Daerah untuk Percepatan Transformasi Ekonomi Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 19 Agustus 2026.

    Menurutnya, ketergantungan tersebut perlu mulai diantisipasi karena batu bara merupakan sumber daya yang terbatas dan sangat dipengaruhi kondisi pasar global.

    “Pertambangan memang masih menjadi sektor utama, tetapi sumber daya itu tidak selamanya ada. Karena itu, kita harus menyiapkan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan,” jelasnya.

    Wahyu menyebut transformasi ekonomi Kaltim bukan berarti meninggalkan sektor yang selama ini menjadi penopang daerah. Namun, pemerintah perlu memperkuat sektor lain sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

    Ia menjelaskan, perubahan struktur ekonomi Kaltim sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa dekade. Pada era 1970-an, perekonomian daerah banyak ditopang sektor kehutanan. Memasuki awal 2000-an, peran batu bara semakin dominan, sementara sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, kini mulai menunjukkan kontribusi yang lebih besar.

    Karena itu, arah transformasi ekonomi Kaltim hingga 2045 akan diarahkan pada penguatan sektor unggulan non-tambang serta pengembangan industri baru yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

    Forum tersebut diharapkan menjadi bagian dari penyusunan arah pembangunan ekonomi Kaltim menuju 2045 agar pertumbuhan daerah tidak hanya bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Samarinda pada 2027 dipastikan tetap…

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026
    1 2 3 … 3,378 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.