Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Prediksi

    Oktober 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi
    Pemerintah

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, saat memberikan keterangan kepada awak media. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih melakukan verifikasi terhadap data sekitar 21 ribu rumah yang masuk dalam kategori rumah tidak layak huni (RTLH).

    Kepastian anggaran untuk penanganannya juga belum ditetapkan karena Pemkot masih mengevaluasi kemampuan keuangan daerah.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan data RTLH yang dihimpun Pemkot akan disatukan dengan data desil dari Dinas Sosial. Penyatuan tersebut dilakukan untuk memastikan penerima bantuan sesuai dengan tingkat prioritas yang telah ditetapkan.

    “Yang jelas datanya sudah valid, nah itu bisa nanti ke program nasional, ada program provinsi yang bisa kita kolaborasikan,” ujar Neneng saat ditemui di Arutalla Bapperida Kota Samarinda, Kamis, 8 Oktober 2026.

    Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali), kebutuhan penanganan RTLH diperkirakan sekitar Rp30 juta untuk setiap rumah. Namun, angka 21 ribu rumah tersebut belum menjadi jumlah penerima bantuan yang final karena masih harus melalui proses verifikasi.

    Neneng menyebut pemkot berupaya meminimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda. Salah satunya dengan memanfaatkan kanal laporan masyarakat sebagai sumber data awal, kemudian mencocokkannya dengan data Dinas Sosial.

    Setelah data terverifikasi, pemkot akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk menentukan masyarakat yang masuk dalam prioritas penerima bantuan.

    “Semua boleh daftar, tapi kan harus ada penyaringan. Nanti langsung ter-ranking itu, yang desil satu ya desil satu paling atas. Supaya tidak ada nyelip-nyelip. Yang mana yang berhak lebih dahulu, ya itu kita prioritaskan,” jelasnya.

    Menurut Neneng, keterbatasan APBD tidak berarti penanganan RTLH akan dihentikan. Pemkot masih mencari sumber pendanaan lain melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi maupun program pemerintah pusat.

    Sementara itu, pemkot juga masih menunggu kepastian bantuan untuk 250 rumah yang diproyeksikan terealisasi pada 2027. Bantuan tersebut masih menunggu konfirmasi terkait waktu masuknya dana ke Pemkot Samarinda.

    Untuk anggaran perubahan, Neneng belum dapat memastikan apakah akan terdapat penambahan alokasi untuk penanganan RTLH. Menurutnya, kondisi tersebut masih dalam evaluasi di tingkat provinsi, terlebih setelah adanya penurunan APBD Kota Samarinda.

    “Yang ada ini dulu coba kita jalankan. Kan sudah dengar kemarin turun APBD kita. Ya itu kenyataan yang harus kita hadapi,” pungkasnya.

    Neneng Chamelia Santi Pemkot Samarinda RTLH Sekda Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Prediksi

    Oktober 8, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Kantor Baru Batalyon B Pelopor Diresmikan, Pemkot Samarinda Gelontorkan Rp12,4 Miliar

    Oktober 8, 2026

    Dua Bulan Karhutla, 39 Satwa Liar di Kaltim Masuk Penanganan BKSDA

    Oktober 7, 2026

    TNI Siapkan Kluster Pertanian hingga Perikanan, Kaltim Bidik Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    Oktober 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Ratu ArifanzaOktober 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih melakukan verifikasi terhadap data sekitar 21 ribu…

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Prediksi

    Oktober 8, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026
    1 2 3 … 3,377 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.