Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 13 kelurahan di Kota Samarinda masuk dalam data kerawanan pangan 2025. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadikan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu intervensi untuk mendekatkan akses bahan pangan pokok kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda Aji Syarifah Zulaeha mengatakan, Kelurahan Selili menjadi salah satu wilayah yang telah mendapat intervensi melalui GPM.
“Tahun ini intervensinya salah satunya Kelurahan Selili sudah gerakan pangan murah di tanggal 5-6 Agustus 2026 lalu,” ujarnya saat kegiatan GPM di DKPP Samarinda, Jalan Biola, Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menyebut, pelaksanaan GPM di tingkat kelurahan dilakukan berdasarkan permintaan dari masing-masing wilayah dan melalui verifikasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh DKPP.
Komoditas yang disediakan dalam GPM terutama bahan pangan pokok, seperti beras dari Bulog, minyak goreng dan gula. Sejumlah komoditas lainnya juga dijual dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk telur, harga lokal kecil dipatok Rp48 ribu per piring, lokal besar Rp55 ribu hingga Rp58 ribu per piring, sedangkan telur Omega Rp65 ribu per piring. Di lapak lainnya, terdapat promo kemerdekaan yang menawarkan telur Rp58 ribu per piring dari harga normal Rp71 ribu per piring.
Sementara itu, harga beras SPHP dipatok Rp60 ribu, Minyak Kita Rp31 ribu untuk kemasan dua liter, ayam Rp36 ribu, serta bawang Rp24 ribu.
Selain GPM, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut menyasar sekitar 54.636 kepala keluarga (KK) di Samarinda.
Bantuan berupa beras tersebut akan disalurkan untuk periode Juli, Agustus dan September. Setiap keluarga penerima mendapat 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk tiga bulan.
“Di bulan September akan turun bantuan pangan dari pusat kurang lebih 54.636 KK. Itu untuk beras selama tiga bulan, Juli, Agustus, September. Satu bulannya 10 kilo, totalnya 30 kilo,” jelasnya.
Sekretaris DKPP Kota Samarinda Dwi Rahmi Adiaty menuturkan, untuk tingkat dinas, rangkaian GPM berlangsung selama dua hari, 19-20 Agustus 2026. Sebelumnya, GPM juga telah digelar di Kelurahan Selili pada 13 Agustus 2026.
Di sisi lain, kondisi pertanian turut menjadi perhatian. Ia mengaku sejumlah petani padi saat ini telah memasuki masa panen. Namun, kekeringan mulai terjadi dan berdampak terutama terhadap komoditas hortikultura.
“Untuk saat ini padi, teman-teman petani sudah banyak yang panen, tapi memang kekeringan sudah terjadi terutama di hortikultura,” katanya.
Rangkaian GPM di lingkungan DKPP Samarinda hari ini turut diisi jalan sehat dan berbagai perlombaan dalam rangka HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegawai.
Selain menyediakan pangan dengan harga terjangkau, DKPP Samarinda juga membawa kampanye “Stop Boros Pangan” untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola pangan.

