Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    1.040 Mahasiswa di Berau Terima Gratispol Rp4,49 Miliar, Gubernur: Investasi SDM Kaltim

    Juli 23, 2026

    Rudy Mas’ud Ingatkan Orang Tua, Kehangatan Keluarga Tak Boleh Kalah dari Gawai

    Juli 23, 2026

    Porprov VIII Jadi Ajang Seleksi Awal Atlet Bulu Tangkis Menuju Prapon

    Juli 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Yasser Arafat Usul Iuran Sampah Gratis untuk Warga Pesisir Bontang
    DPRD Bontang

    Yasser Arafat Usul Iuran Sampah Gratis untuk Warga Pesisir Bontang

    SittiBy SittiOktober 25, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kota Bontang, Yasser Arafat.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang Yasser Arafat mengusulkan pembebasan biaya iuran sampah untuk warga pesisir. Warga selama ini merasa terbebani oleh tarif Rp15 ribu per bulan, sementara layanan pengelolaan sampah dianggap belum maksimal.

    Ia berpendapat, anggaran kota seharusnya dapat dialihkan untuk mendukung layanan pengelolaan sampah gratis di wilayah pesisir, mengingat kebutuhan masyarakat yang mendesak.

    Saat ini iuran sampah sudah tercantum dalam tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bontang. Sayangnya, layanan yang diberikan masih belum memadai, terutama karena minimnya petugas yang menjemput sampah di permukiman warga pesisir.

    Hal ini membuat warga terpaksa membuang sampah ke laut karena jarak tempat pembuangan sampah (TPS) yang jauh dari lokasi tinggal mereka.

    “Jika ada layanan penjemputan sampah, pasti masyarakat tidak akan lagi membuang sampah ke laut. Tapi karena tidak ada, mereka terpaksa membuangnya ke laut, seperti yang terjadi di Berbas Tengah,” ujar Yasser.

    Bontang memiliki anggaran yang cukup besar dan dapat dialokasikan untuk meningkatkan layanan kebersihan, khususnya di kawasan pesisir.

    Ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penghapusan iuran sampah dan mengalokasikan anggaran kota untuk memastikan seluruh warga, terutama di pesisir, dapat mengakses layanan ini tanpa beban biaya.

    “Dengan anggaran Bontang yang besar, menggratiskan iuran sampah untuk warga pesisir akan lebih baik daripada membuat mereka membayar tapi tidak merasakan layanan yang optimal,” tambahnya.

    Bontang dikenal sebagai kota yang telah beberapa kali menerima penghargaan Adipura. Menurut Yasser, penghargaan ini harus diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di lapangan.

    Pemerintah perlu mempertahankan predikat kota bersih dengan menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai dan berfungsi maksimal, khususnya di daerah pesisir yang sering terabaikan.

    “Pengelolaan sampah seharusnya jadi program unggulan, apalagi Bontang punya nama baik dengan penghargaan Adipura. Jadi ini harus didukung dengan layanan yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

    Selain itu, Yasser mengkritisi pengelolaan TPS yang sering kali mengalami penumpukan sampah. Kondisi ini, menurutnya, mengganggu lingkungan dan dapat menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.

    Kondisi TPS yang kurang terkelola juga menjadi alasan warga enggan membawa sampah ke TPS, terutama jika jaraknya jauh dari permukiman. Masalah ini menjadi alasan utama mengapa warga pesisir sering membuang sampah ke laut.

    Yasser berharap, dengan adanya pembebasan biaya iuran sampah dan dukungan dari pemerintah dalam menyediakan layanan yang memadai, kebersihan di wilayah pesisir dapat lebih terjaga.

    Selain itu, Yasser mengusulkan program edukasi dan sosialisasi bagi warga pesisir mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

    “Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat lebih memahami dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan mereka sendiri,” tutup Yasser.

    DPRD Bontang PDAM Pesisir Bontang Yasser Arafat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Targetkan Distribusi Sebelum Ramadan, PDAM Berikan Keringanan Biaya Pasang bagi Warga Berambai

    Februari 11, 2026

    Benahi Pipa dan Tingkatkan Kualitas Air, Pemkot Samarinda Perkuat Layanan Air Bersih

    Februari 4, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Kaji Ulang Kerja Sama PDAM PT WATS Jelang Berakhir Kontrak

    Februari 4, 2026

    Kenaikan Tarif PDAM Diiringi Tuntutan Perbaikan Layanan dan Kualitas Air

    Februari 3, 2026

    Kenaikan Tarif PDAM 2026 Dinilai Masih Wajar, DPRD Samarinda Buka Suara

    Februari 3, 2026

    PHSS Perluas Akses Air Bersih di Muara Badak

    Februari 25, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    1.040 Mahasiswa di Berau Terima Gratispol Rp4,49 Miliar, Gubernur: Investasi SDM Kaltim

    R’syaJuli 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 1.040 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Kabupaten Berau mulai merasakan…

    Rudy Mas’ud Ingatkan Orang Tua, Kehangatan Keluarga Tak Boleh Kalah dari Gawai

    Juli 23, 2026

    Porprov VIII Jadi Ajang Seleksi Awal Atlet Bulu Tangkis Menuju Prapon

    Juli 23, 2026

    Gelombang Sedang Landa Pesisir Kaltim, Nelayan Harus Pantau Prakiraan BMKG Sebelum Melaut

    Juli 23, 2026

    Andi Harun Pilih Tahan Sejumlah Program Demi Jaga TPP ASN

    Juli 23, 2026
    1 2 3 … 3,235 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.