Insitekaltim, Samarinda — Wali Kota Andi Harun kembali menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual jemaah haji saat melepas 1.024 calon jemaah haji Kota Samarinda tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gor Segiri, Minggu, 26 April 2026.
Dalam sambutannya, ia menyoroti momen puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah yang disebut sebagai inti dari pelaksanaan haji.
“Wukuf itu adalah haji. Kalau tidak wukuf, maka tidak ada hajinya. Karena itu, jemaah harus benar-benar mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental,” ujarnya.
Andi Harun mengingatkan, kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi saat puncak haji bisa menjadi tantangan berat, dengan suhu yang dapat mencapai hingga 50 derajat Celsius. Namun, ia menegaskan agar jemaah tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengeluh.
“Jangan fokus pada panasnya lalu mengeluh. Wukuf itu waktunya berdiam, berzikir, dan berdoa. Perbanyak zikir dan jangan sampai terganggu oleh hal-hal yang tidak penting,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak terdistraksi oleh hal-hal sepele selama wukuf, seperti berburu makanan atau keluar masuk tenda, sehingga melupakan esensi ibadah.
“Sering terjadi begitu ada yang bagi-bagi makanan, jemaah langsung berhamburan keluar. Zikir ditinggalkan, doa ditinggalkan. Padahal itu momen yang sangat mustajab,” katanya.
Selain itu, pentingnya menghindari perbuatan maksiat (fusuq) selama berhaji, termasuk melakukan amalan yang tidak memiliki dasar tuntunan.
Menurutnya, praktik-praktik seperti meletakkan benda di tempat tertentu dengan harapan terkabulnya doa, hingga melakukan ibadah tidak sesuai tuntunan, justru dapat mengurangi kesempurnaan ibadah haji.
“Cukup berdoa dengan baik. Tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah,” jelasnya.
Bagi Andi Harun keselamatan merupakan hal yang paling utama, termasuk saat menjalankan rangkaian ibadah seperti tawaf dan mencium Hajar Aswad.
“Mencium Hajar Aswad itu sunah tapi menjaga keselamatan dan kehormatan itu wajib. Jangan sampai mengejar yang sunah, tapi mengorbankan yang wajib,” ujarnya.
Pemerintah Kota Samarinda berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, menjaga kesabaran, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

