Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,24 persen, turun tipis 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 5,27 persen.
“Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5–6 orang penganggur. Pada Mei 2026, TPT mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,27 persen,” ujar Rifai dalam keterangan resminya, Rabu, 9 September 2026.
Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, TPT tertinggi pada Mei 2026 justru tercatat pada penduduk dengan pendidikan terakhir SMP, yakni sebesar 7,93 persen. Sementara TPT terendah terdapat pada penduduk dengan pendidikan SD ke bawah sebesar 1,17 persen.
Ia menerangkan, selama periode November 2025 hingga Mei 2026 terdapat kecenderungan penurunan TPT pada kelompok pendidikan SD ke bawah dan SMK. Sementara itu, TPT pada jenjang pendidikan lainnya cenderung mengalami fluktuasi.
Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat lebih tinggi dibandingkan perempuan. TPT laki-laki mencapai 5,57 persen, sedangkan perempuan sebesar 4,65 persen.
Dari sisi wilayah, pengangguran di perkotaan juga masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. TPT perkotaan mencapai 5,42 persen, sedangkan perdesaan sebesar 4,77 persen.
Meski demikian, kondisi di kedua wilayah bergerak berbeda. TPT perkotaan turun 0,40 persen poin dibandingkan Februari 2026, sementara TPT perdesaan justru meningkat 1,01 persen poin.
Di sisi lain, penduduk bekerja di Kaltim masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 19,01 persen atau sekitar 382.753 orang. Berikutnya, sektor Perdagangan Besar dan Eceran menyerap 17,40 persen atau sekitar 350.245 orang.
Sementara itu, real estate menjadi sektor dengan kontribusi paling rendah terhadap penyerapan tenaga kerja, yakni 0,76 persen atau sekitar 15.218 orang.
Pada Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja dalam kegiatan formal mencapai 1.119.357 orang atau 55,61 persen. Persentase tersebut meningkat 0,16 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Bersamaan dengan itu, persentase pekerja setengah penganggur turun 0,22 persen poin dan pekerja paruh waktu turun 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2026.

