Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengupayakan optimalisasi pengelolaan sampah dengan menyiapkan zona penampungan baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menyusul kapasitas zona sebelumnya yang telah penuh.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA DLH Samarinda Arief Rahman mengungkapkan, kebutuhan pengelolaan sampah saat ini masih belum mencapai target nasional yang diatur dalam kebijakan pemerintah pusat.
“Saat ini kebutuhan sampah harian itu minimal seribu ton sesuai ketentuan, sementara kita masih di angka sekitar 660 ton per hari,” ujarnya, Senin 27 April 2026.
Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemkot Samarinda menjalin kerja sama dengan wilayah sekitar, termasuk Kutai Kartanegara (Kukar), yang diproyeksikan mampu menyuplai tambahan sekitar 50 ton sampah per hari dari beberapa kecamatan terdekat.
“Tambahan itu berasal dari Tenggarong Seberang, Loa Janan, dan Anggana,” jelasnya.
Namun demikian, ia menyebutkan adanya kemungkinan penyesuaian target melalui revisi kebijakan nasional, terutama karena kawasan Samarinda dan Balikpapan masuk dalam prioritas pengembangan seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Mungkin nanti targetnya tidak harus seribu ton, bisa di kisaran 700 ton sudah dianggap memenuhi,” katanya.
Dalam pengelolaan TPA, Arief menjelaskan sistem yang digunakan adalah sanitary landfill, di mana sampah yang masuk setiap hari langsung ditimbun dengan tanah untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Zona penampungan baru diperkirakan mampu bertahan selama 6 hingga 8 bulan, sembari menunggu pengembangan sistem pengolahan lanjutan seperti pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.
“Kita juga sedang dalam proses kajian, termasuk dari Kementerian dan PLN, untuk melihat apakah sampah ini bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi,” ungkapnya.
Selain itu, pengelolaan air lindi juga dilakukan secara terintegrasi melalui sistem penampungan berlapis sebelum dilepas ke lingkungan.
Dengan berbagai langkah ini Pemkot Samarinda berharap pengelolaan sampah dapat lebih optimal sekaligus mendukung program lingkungan berkelanjutan di daerah.

