Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Teknologi Modern Sulap Air Mahakam Jadi Samaqua AMDK Berkualitas
    Ekonomi

    Teknologi Modern Sulap Air Mahakam Jadi Samaqua AMDK Berkualitas

    IraBy IraAgustus 7, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Proses Produksi AMDK Samaqua (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Teknologi modern, mampu mengubah yang tidak bisa menjadi bisa. Melalui teknologi modern, Perumdam Tirta Kencana Samarinda menyulap Air Sungai Mahakam, menjadi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berkualitas.

    Mengusung merek Samaqua, Perumdam Tirta Kencana Samarinda menerapkan sistem penyaringan berlapis, sterilisasi, hingga pengemasan otomatis tanpa sentuhan tangan untuk memastikan produk aman dan layak dikonsumsi.

    Kepala Pabrik AMDK Samaqua IPA Kalhol, Amin Ma’ruf, menjelaskan, perusahaan sengaja membangun sistem produksi yang terintegrasi. Dengan mencetak botol sendiri. Langkah itu dinilai lebih efisien dibanding membeli botol jadi dari pemasok.

    “Kalau membeli botol jadi, satu kontainer hanya muat sekitar 60 ribu botol. Sementara kalau membeli preform atau calon botol, satu kontainer bisa memuat sampai 600 ribu. Jadi jauh lebih efisien meski investasinya lebih besar,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 5 Agustus 2026.

    Mesin pencetak botol tersebut, juga dinilai lebih fleksibel karena dapat digunakan untuk berbagai ukuran dan desain kemasan hanya dengan mengganti cetakan.

    Setelah botol dicetak, air yang telah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam kembali diproses melalui sistem water treatment berlapis sebelum masuk ke ruang pengisian.

    Menurut Amin, tahapan pertama menggunakan media green sand impor dari Amerika Serikat yang berfungsi menyaring kandungan logam seperti mangan, besi, hingga residu mineral lain yang berasal dari air baku Sungai Mahakam.

    Selanjutnya air melewati filter karbon berbahan arang tempurung kelapa yang berfungsi menghilangkan bau dan rasa sehingga menghasilkan cita rasa air yang lebih segar.

    Proses penyaringan kemudian dilanjutkan menggunakan filter bertingkat berukuran 10 mikron, 5 mikron hingga 1 mikron, sebelum kembali dimurnikan melalui sistem ultrafiltrasi bermembran 0,001 mikron.

    “Setelah itu masih ada proses desinfeksi menggunakan sinar ultraviolet dan oksigen generator untuk memastikan bakteri tidak berkembang di dalam kemasan,” jelasnya.

    Ia memastikan seluruh proses pengisian hingga penutupan botol berlangsung otomatis tanpa kontak langsung dengan pekerja sehingga tingkat higienitas produk tetap terjaga.

    Sebelum dipasarkan, setiap produk Samaqua juga wajib menjalani masa karantina selama 24 jam untuk memastikan tidak ada pertumbuhan bakteri.

    “Kalau dalam 24 jam hasilnya aman, produk siap dipasarkan. Selama ini alhamdulillah hasilnya selalu memenuhi standar karena sterilisasi mesin kami jaga dengan ketat,” katanya.

    Saat ini pabrik mempekerjakan 12 orang yang terbagi dalam bagian produksi, pengemasan, gudang, hingga pemasaran.

    Untuk kapasitas produksi, mesin pencetak botol mampu menghasilkan sekitar 2.000 botol per jam, sedangkan mesin pengisian memiliki kapasitas hingga 3.000 botol per jam.

    Sementara mesin pengisian galon mampu memproduksi sekitar 120 galon per jam.

    Amin mengakui, sebagian besar mesin produksi maupun bahan baku kemasan masih berasal dari luar negeri. Mesin didatangkan dari China, sedangkan bahan baku plastik juga masih bergantung pada impor sehingga sempat terdampak kenaikan harga akibat konflik global.

    Ke depan, pihaknya berharap pemasaran Samaqua terus berkembang sehingga kebutuhan tenaga kerja juga meningkat.

    “Kalau permintaan semakin banyak tentu kami berharap jumlah SDM juga bisa ditambah. Selain itu fasilitas pendukung seperti sirkulasi udara di area produksi juga perlu ditingkatkan agar kenyamanan pekerja semakin baik,” tutupnya.

     

    AMDK Amin Ma'ruf Perumdam Tirta Kencana Samaqua
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    September 25, 2026

    Pemadaman Listrik Ancam Aktivitas Dagang, Pemkot Siapkan Genset di Pasar Pagi

    September 24, 2026

    Karhutla Tekan Aktivitas Ekonomi, BI Salurkan Bantuan Rp2,97 Miliar ke Tujuh Provinsi

    September 23, 2026

    Syarifah Suraidah Salurkan Bantuan Pangan di Samarinda, 54.636 Penerima di Kota Tepian

    September 22, 2026

    Harga Sawit Kaltim Menguat, Pendapatan Petani Berpeluang Naik

    September 21, 2026

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    September 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    Ratu ArifanzaSeptember 26, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – Kebijakan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperluas akses pendidikan dan kesehatan menjadi sorotan…

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026

    Hujan Mulai Guyur Utara dan Barat Kaltim, BMKG Prediksi Penguatan Curah Hujan Oktober–November

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026
    1 2 3 … 3,364 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.