Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penunjukan Pj Sekda Samarinda Tertahan, Wali Kota Soroti Proses di Pemprov

    Maret 30, 2026

    Kendala Dapodik Hambat TPG Guru, Pembayaran Dipastikan Tetap Dirapel

    Maret 30, 2026

    Isu Bantuan Provinsi 2027 Menguat, Andi Harun Minta Tidak Dihapus Total

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Tapera Banyak Dapat Penolakan, Masyarakat Tak Percaya Pemerintah
    DPRD Kaltim

    Tapera Banyak Dapat Penolakan, Masyarakat Tak Percaya Pemerintah

    LarasBy LarasJuni 4, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Rusman Ya'qub
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rusman Ya’qub menyampaikan tanggapan terkait viralnya penolakan masyarakat terhadap Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

    Di mana Program Tapera tersebut mewajibkan karyawan swasta untuk dipotong 2,5% dari gajinya dan 0,5% oleh pemilik usaha, memicu kontroversi dan kekhawatiran publik.

    Menurut Rusman, secara konsep Tapera menjadi langkah positif dalam mengatasi persoalan perumahan rakyat. Diketahui bahwa milenial dan generasi Z kesulitan untuk membeli rumah karena berbagai kendalanya.

    Namun, masalah utama disebutkan Rusman yakni banyaknya penolakan warganet dan masyarakat terletak pada pengalaman pahit mereka terhadap program iuran serupa di masa lalu.

    “Masyarakat punya pengalaman pahit dengan model-model tabungan seperti Tapera. Dana yang terkumpul seringkali tidak kunjung memberikan fasilitas yang diinginkan kepada pihak yang sudah terpotong gajinya,” ujarnya, (30/5/2024) .

    Ia menambahkan bahwa konsep Tapera yang baik, tidak cukup jika praktiknya merugikan masyarakat. Banyak ASN dan guru yang gajinya terpotong tidak merasakan manfaat nyata dari program ini walau telah berlalu puluhan tahun. Hal ini menurutnya, menjadi sumber ketidakpercayaan publik.

    “Pemerintah harus benar-benar mampu meyakinkan publik dan membuktikan bahwa program ini dapat memberikan hasil yang diinginkan. Publik harus bisa menikmati wujud nyata dari program ini, misalnya dalam bentuk rumah yang layak,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan agar Tapera tidak menjadi program yang hanya memberikan rumah dengan ukuran kecil dan tidak layak huni, yang disebutkannya sebagai RSS (rumah sangat sederhana) tetapi kenyataan setelah gaji dipotong malah didapatkan menjadi rumah sangat sempit.

    “Pengalaman pahit masa lalu membuat wajar jika banyak masyarakat menolak. Selain itu, proses menunggu yang lama, hingga puluhan tahun dan masalah sertifikasi kepemilikan yang bertele-tele menambah ketidakpercayaan publik terhadap program ini,” katanya.

    Politikus PPP ini menekankan agar pemerintah terlebih dahulu membangun kepercayaan masyarakat. Kepercayaan ini bisa tumbuh jika pemerintah dapat membuktikan dan mewujudkan program Tapera dengan baik.

    “Pemerintah harus membuktikan dan mewujudkan janji-janji ini sehingga masyarakat tumbuh kepercayaannya. Kita tidak ingin lagi ada tipu-tipu atau merasa dikerjain. Apalagi ini menyangkut gaji yang langsung dipotong,” tutupnya.

    Ia berharap pemerintah dapat mengatasi kontroversi ini dengan langkah konkret yang dapat menumbuhkan kepercayaan publik dan memastikan program Tapera berjalan sesuai harapan masyarakat.

    Politisi PPP RSS Rusman Yaqub Tapera
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Progres Perbaikan Fender Jembatan Mahakam yang Baru Capai 60 Persen

    Maret 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Penunjukan Pj Sekda Samarinda Tertahan, Wali Kota Soroti Proses di Pemprov

    Andika SaputraMaret 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti belum terbitnya rekomendasi penunjukan Penjabat (Pj)…

    Kendala Dapodik Hambat TPG Guru, Pembayaran Dipastikan Tetap Dirapel

    Maret 30, 2026

    Isu Bantuan Provinsi 2027 Menguat, Andi Harun Minta Tidak Dihapus Total

    Maret 30, 2026

    Angkat Bicara Terkait Bankaltimtara, Andi Harun Serahkan Sepenuhnya ke Gubernur Kaltim

    Maret 30, 2026
    Our Picks

    Penunjukan Pj Sekda Samarinda Tertahan, Wali Kota Soroti Proses di Pemprov

    Maret 30, 2026

    Kendala Dapodik Hambat TPG Guru, Pembayaran Dipastikan Tetap Dirapel

    Maret 30, 2026

    Isu Bantuan Provinsi 2027 Menguat, Andi Harun Minta Tidak Dihapus Total

    Maret 30, 2026

    Angkat Bicara Terkait Bankaltimtara, Andi Harun Serahkan Sepenuhnya ke Gubernur Kaltim

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.