Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Agustus 30, 2026

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Tahu Tek-Tek Keliling Cendana, Konsistensi 15 Tahun Perantau Sidoarjo di Samarinda
    Samarinda

    Tahu Tek-Tek Keliling Cendana, Konsistensi 15 Tahun Perantau Sidoarjo di Samarinda

    RidhoBy RidhoMaret 15, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Penjual tahu tek-tek Sukoyo asal Sidoarjo (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di sepanjang Jalan Cendana, Kota Samarinda, suara dentingan khas pedagang tahu tek-tek kerap terdengar selepas waktu Magrib hingga menjelang tengah malam.

    Di balik gerobak sederhana itu, ada sosok perantau asal Sidoarjo bernama Sukoyo yang telah setia berjualan selama kurang lebih 15 tahun.

    Setiap hari, Sukoyo mulai berkeliling menjajakan tahu tek-tek di kawasan tersebut setelah salat Magrib. Aktivitasnya biasanya berakhir sekitar tengah malam. Namun khusus pada bulan Ramadan, ia bisa berjualan lebih lama hingga menjelang waktu sahur.

    Sukoyo mengatakan, konsistensinya berjualan selama bertahun-tahun bukan tanpa alasan. Tanggung jawab sebagai kepala keluarga menjadi motivasi utamanya untuk terus bekerja dan bertahan di perantauan.

    “Lama tidaknya waktu tergantung Gusti Allah yang memberi. Soal konsisten ya karena kita laki-laki yang punya anak dan istri di rumah,” ujar Sukoyo saat ditemui di sela-sela berjualan, waktu sahur Minggu, 15 Maret 2026.

    Selama merantau di Samarinda Sukoyo mengaku sangat bersyukur karena usahanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Ia bahkan bisa pulang ke kampung halamannya di Sidoarjo setidaknya sekali dalam setahun bersama keluarga kecilnya.

    “Setidaknya tiap tahun bisa pulang sekali ke kampung bareng keluarga. Anak sama istri juga bisa makan setiap hari. Itu sudah cukup, saya bangga sama diri saya,” katanya.

    Saat ditanya mengapa ia tidak memilih berjualan di kampung halamannya saja agar tidak perlu bolak-balik, Sukoyo justru menilai Samarinda ini memberikan peluang usaha yang lebih baik dibandingkan daerah asalnya.

    Menurutnya, kebiasaan masyarakat di Samarinda yang lebih sering membeli makanan di luar rumah menjadi salah satu alasan ia memilih bertahan di kota ini.

    “Jualan di Samarinda ini enak, mas. Beda sama di Jawa. Orang-orang di sini rata-rata lebih pilih beli makanan di luar daripada masak di rumah,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat peluang usaha kuliner kaki lima di Samarinda cukup menjanjikan. Berbeda dengan di Jawa, di mana masyarakat cenderung membeli makanan hanya pada waktu tertentu.

    “Kalau di sana, beli makanan biasanya kalau memang lagi ingin saja. Kalau di Samarinda enak untuk cari uang, nanti habisinnya di kampung,” ucapnya sambil tertawa.

    Bagi Sukoyo, bekerja di perantauan bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga tentang menjalani kehidupan dengan penuh syukur. Ia mengaku menikmati perjalanan hidupnya sebagai pedagang kaki lima yang dapat menghidupi keluarga.

    “Lebih kerasa seninya berjualan ini di hidup saya,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Ratu ArifanzaAgustus 30, 2026

    Insitekaltim, Balikpapan – Bagi Ramadhan, catur awalnya bukanlah sesuatu yang direncanakan untuk menjadi jalan hidup.…

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Teras Samarinda Tahap II Dibuka, Andi Harun Sebut Jadi “Paru-Paru Baru” di Tepi Mahakam

    Agustus 30, 2026

    Teras Samarinda Belum Tuntas, Celni Dorong Penyelesaian Seluruh Segmen

    Agustus 29, 2026
    1 2 3 … 3,307 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.