Browsing: Sri Wahyuni

“Sebagai mitra strategis Pemerintah, peran media sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah, dengan menginformasikan stok dan harga kebutuhan pokok maupun kegiatan sosial lainnya,” ujarnya pada Rabu, (27/3/2024) di Halaman Pendpo Odah Etam Samarinda usai meninjau GPM Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim.

“Perkembangan layanan publik berbasis digital semakin luas. Dalam dua tahun ini kita coba genjot dengan membangun arsitektur SPBE, sehingga layanan publik dapat diakses lebih mudah secara digital,” jelas Sekda Sri Wahyuni, Senin (25/3/2024) saat menjadi narasumber Dialog Publika TVRI Kaltim bertema Strategi Peningkatan Kompetensi Pimpinan dan ASM dalam Mendukung IKN sebagai Smart City, yang disiarkan secara langsung dari Studio TVRI Kaltim di Samarinda.

“Kita tidak bisa lagi melihat tugas hanya dari kacamata pemerintah daerah. Tentu kita akan merujuk pada peraturan yang lebih tinggi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat,” tegasnya pada Selasa, (19/3/2024) kepada para aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Maka prestasi dan predikat ini minimal harus dipertahankan, selayaknya ditingkatkan,” tegasnya pada Rabu, (20/3/2024) di Auditorium Gedung Juang Merah Putih Komisi Pencegahan Korupsi Jalan Kuningan Persada Jakarta, usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pencegahan Korupsi Daerah 2024.

“Peran pemerintah itu sebagai pembuat regulasi. Kami akan mendorong pembagian THR di Kaltim. Kewajiban pemerintah itu menyiapkan pasokan komoditasnya,” ungkap Sri dalam acara Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Senin (10/3/2024).

“Investasi di Kaltim terus berkembang, seperti investasi industri semen (PT Kobexindo) dari Negara Tiongkok di Kutai Timur dan industri smelter nikel di Sangasanga Kutai Kartanegara,” ujar Sekda Sri pada Senin, (18, 3/2024) di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur Kaltim.

“Kualitas belanjanya diperhatikan antara belanja pendukung dengan belanja kegiatan. Paling tidak 60:40 persen. 60 persen belanja kegiatan prioritas dan 40 persen belanja pendukung,” tegas Sri Wahyuni pada Senin (18/3/2024) di Ruang Rapat Tepian II, Kantor Gubernur Kaltim saat memimpin Rapat Koordinasi dengan Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Di antara mitra tersebut yang menjadi penggeraknya adalah Kalimantan Timur. Karena memang IKN wilayahnya di Kaltim,” ungkap Sekda Sri pada Kamis (14/3/2024) di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digelar Otorita IKN.