Insitekaltim, Samarinda – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda terus mendalami kasus kecelakaan lalu lintas beruntun yang sempat viral di media sosial. Insiden tersebut melibatkan aksi tabrak lari, dan mengakibatkan enam orang menjadi korban, dengan satu di antaranya meninggal dunia.
Kasatlantas Polresta Samarinda La Ode Prasetyo Fuad menyampaikan, peristiwa itu bermula dari tindakan pelaku yang berusaha melarikan diri karena merasa terancam. Dalam kondisi panik, pelaku memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya menabrak sejumlah pengguna jalan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian ini diawali dari pelaku yang merasa terancam, kemudian melarikan diri. Saat melaju, terjadi kecelakaan yang berujung pada tabrakan beruntun,” ujarnya saat memberikan keterangan di Mapolresta Samarinda, Senin 27 April 2026.
Akibat insiden tersebut, enam orang dilaporkan menjadi korban. Satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga saat ini, kondisi korban luka mulai membaik. Empat orang telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Empat korban sudah kembali ke rumah, sementara satu korban masih dalam penanganan medis,” jelasnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, dua orang saksi juga telah diperiksa guna memperjelas kronologi kejadian serta memperkuat alat bukti.
Meski pelaku mengaku melarikan diri karena merasa terancam sebelum kejadian, pihak kepolisian menegaskan bahwa fokus utama penyidikan saat ini adalah pada peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi.
“Pengakuan pelaku memang merasa terancam, namun untuk saat ini kami tidak mendalami ke arah itu. Fokus kami pada penanganan perkara laka lantasnya,” tegasnya.
Polresta Samarinda memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku secara transparan dan profesional. Penanganan kasus ini menjadi perhatian serius mengingat dampak yang ditimbulkan, termasuk korban jiwa dan luka-luka.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan tidak berspekulasi terkait motif kejadian. Informasi resmi diharapkan hanya mengacu pada keterangan pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
‘Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan serta tidak mengambil keputusan gegabah dalam situasi darurat, terutama saat berkendara di jalan raya,” pungkasnya.

