Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi VI DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) Syarifah Suraidah, menyerahkan bantuan pangan pemerintah untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 kepada masyarakat di Kelurahan Loa Bakung, Samarinda.
Syarifah yang juga merupakan istri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi ekonomi dan harga pangan yang dinamis.
“Kehadiran saya di sini ingin memastikan bahwa perhatian negara benar-benar sampai ke tangan masyarakat semua, khususnya yang ada di Kota Samarinda dan lebih khusus warga Loa Bakung,” kata Syarifah di Kelurahan Loa Bakung, Samarinda, Selasa 22 September 2026.
Berdasarkan data Perum Bulog, penerima bantuan pangan di Kota Samarinda mencapai 54.636 penerima bantuan pangan (PBP). Sementara secara keseluruhan di Kaltim terdapat 272.550 PBP.
Syarifah juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras. Menurutnya, stok beras yang dimiliki Bulog masih aman hingga 2027.
“Saya juga mau memberikan apresiasi kepada Perum Bulog khususnya Pak Kanwil beserta jajaran, bahwa di saat inflasi sekarang ini Perum Bulog bisa menjaga kestabilan bahan pangan kita,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, Syarifah menyatakan akan terus mengawal kebijakan ketahanan pangan, termasuk memastikan ketersediaan stok beras di Kaltim.
“Suara Anda menjadi masukan berharga bagi saya di DPR RI yang berada di Komisi VI untuk menyempurnakan kebijakan ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kaltim,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Syarifah juga menyerahkan bantuan secara pribadi kepada delapan perwakilan warga yang maju ke depan dan berhasil menjawab kuis.
Sementara itu, Kepala Kanwil Bulog Kaltim-Kaltara Musazdin Said mengatakan, penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi.
Menurutnya, kondisi harga pangan global maupun domestik membutuhkan intervensi pemerintah yang cepat dan terukur. Bulog, kata dia, berada di garis depan dalam menjaga stabilitas pangan.
“Ini merupakan langkah konkret jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli sekaligus menekan angka inflasi di daerah kita,” ujar Musazdin.
Untuk wilayah Kaltim, bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 diberikan kepada 272.550 penerima manfaat dengan total alokasi beras mencapai 8.176.500 kilogram atau 8.176,5 ton.
Khusus Kota Samarinda, terdapat 54.636 penerima manfaat. Sedangkan di Kelurahan Loa Bakung, bantuan dialokasikan untuk 1.439 penerima manfaat dengan total beras sebanyak 43.170 kilogram.
Musazdin menambahkan, hingga 21 September 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah Kaltim telah mencapai 57,75 persen.

