Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    April 12, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026

    Pelatihan Jurnalistik Polnes Tak Sekadar Dasar, Fokus Cetak Jurnalis Siap Terjun

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Suwarno Minta Daerah Fokus Pembinaan Cabor Olimpiade Jelang PON 2028
    Nasional

    Suwarno Minta Daerah Fokus Pembinaan Cabor Olimpiade Jelang PON 2028

    Andika SaputraBy Andika SaputraJanuari 3, 2026Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Umum (Waketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Suwarno
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Suwarno menegaskan pentingnya fokus pembinaan cabang olahraga (cabor) Olimpiade sebagai strategi utama dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

    Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat kerja bersama KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan para pemangku kepentingan olahraga daerah pada Sabtu, 3 Januari 2026.

    Suwarno menjelaskan, dinamika olahraga multievent seperti SEA Games menunjukkan besarnya kewenangan tuan rumah dalam menentukan cabang olahraga yang dipertandingkan. Kondisi ini bermula sejak revisi SEA Games Charter pada 2010 yang memberi ruang bagi tuan rumah untuk menambahkan cabang olahraga di luar ketentuan minimal cabang Olimpiade.

    “Kondisi ini menimbulkan ketimpangan kompetisi. Ada cabang olahraga yang bahkan hanya diikuti tiga atau empat atlet. Fenomena tersebut mulai terlihat sejak Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2011,” ujar Suwarno.

    Ia mencontohkan SEA Games di Thailand yang mempertandingkan hingga 51 cabang olahraga, sementara Indonesia hanya mengikuti 49 cabang. Bahkan, menjelang pelaksanaan, muncul tambahan cabang baru seperti flying disc dan tarik tambang.

    Dalam konteks prestasi regional, Suwarno menyebut Indonesia turut diuntungkan oleh dinamika geopolitik olahraga Asia Tenggara. Menurunnya performa Vietnam serta absennya Kamboja pada ajang sebelumnya membuka peluang Indonesia untuk finis di posisi kedua klasemen akhir.

    Pada kesempatan tersebut, Suwarno juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Kaltim atas kontribusi atlet-atletnya yang berhasil menyumbangkan total 21 medali, terdiri dari tiga emas, delapan perak, dan sepuluh perunggu. Medali emas Kaltim disumbangkan dari cabang olahraga catur dan kabaddi.

    “Ini prestasi yang patut diapresiasi. Terima kasih kepada para atlet dan pelatih Kalimantan Timur,” katanya.

    Meski demikian, Suwarno mengingatkan bahwa ke depan, arah kebijakan olahraga nasional akan semakin menitikberatkan pada pembinaan cabang olahraga Olimpiade. Ia menyebut, PON 2028 diproyeksikan hanya mempertandingkan 32 cabang olahraga Olimpiade, ditambah beberapa cabang yang memiliki prestasi internasional.

    Ia juga menyinggung dinamika penetapan tuan rumah PON 2028 yang hingga kini masih berlangsung, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu kandidat kuat. Menurutnya, PON bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga instrumen pemerataan pembangunan dan pengenalan potensi daerah.

    “Seperti Papua dan Aceh. Setelah menjadi tuan rumah PON, perspektif nasional terhadap daerah tersebut berubah. PON adalah alat pemersatu sekaligus pendorong pembangunan daerah,” tegasnya.

    Menutup sambutannya, Suwarno menekankan pentingnya sikap realistis dalam penetapan target prestasi daerah. Ia meminta setiap provinsi fokus meningkatkan capaian dibandingkan PON sebelumnya serta memaksimalkan potensi cabang olahraga individual yang memiliki peluang besar menyumbang medali.

    “Target harus realistis. Yang terpenting prestasi meningkat, penyelenggaraan berjalan baik, dan dampak ekonomi daerah ikut bergerak,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    Prabowo Terima Kritik, Dorong Peran Devil’s Advocate untuk Uji Kebijakan

    Maret 20, 2026

    Prabowo Soroti Budaya Laporan Asal Bapak Senang, Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

    Maret 20, 2026

    Hilal Tak Terpantau di 170 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H di Hari Sabtu

    Maret 19, 2026

    Menaker Yassierli Tinjau Posko THR Idulfitri 2026

    Maret 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Andika SaputraApril 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran terjadi di area bengkel Dealer Yamaha Samarinda pada Minggu 11 April…

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026

    Pelatihan Jurnalistik Polnes Tak Sekadar Dasar, Fokus Cetak Jurnalis Siap Terjun

    April 12, 2026

    Polnes Berjaya di Kancah Nasional, Dua Tim Sabet Penghargaan Bergengsi

    April 12, 2026

    TAGUPP Kaltim Respons Rencana Aksi 4.000 Massa, Ajak Jaga Kondusifitas Daerah

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,051 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.